TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Setelah sempat berjalan selama tiga (3) bulan, maskapai penerbangan Aviastar BAe 146-200 kini mengkaji ulang rencana kelanjutan penerbangan Batam-Tembilahan pulang pergi (PP) sebelum kembali meneruskan penerbangan rute Batam-Tembilahan PP tersebut. Pasalnya, karena tingkat calon penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara dari Tembilahan - Batam hingga saat ini belum dapat memenuhi persentase penerbangan maskapai yang memiliki 80 seat tersebut.


Awalnya, maskapai penerbangan yang telah melayani keberangkatan jamaah calon haji (JCH) asal Inhil berencana akan membuka rute Tembilahan-Pekanbaru PP di akhir tahun mendatang. Namun, rencana tersebut kini tinggal sebatas rencana.


Pimpinan Aviastar Bae 146-200, Lie Kiang mengatakan, dengan jumlah persentase penumpang yang terhitung sejak tiga bulan belakangan ini hanya berada di rata-rata maksimal hanya 45 persen untuk setiap penerbangan dinilai belum mencapai target maksimal. Untuk itu pihaknya akan melakukan kajian ulang rute penerbangan Batam-Tembilahan.


''Sampai saat ini penumpang masih di bawah rata-rata 45 persen dan itu tidak mencapai target, malah kita merugi. Oleh sebab itu kita akan break untuk lakukan kajian ulang kembali sebelum meneruskan rute penerbangan Batam-Tembilahan PP ini. Tapi untuk rute penerbangan yang lain kita jalan terus,,'' kata Lie Kiang melalui sambungan telepon selular, Jumat (2/11/2012).


Dikatakan Lie Kiang, dalam waktu 3 bulan ini sudah cukup lebih untuk mendapatkan pertimbangan dalam melakukan perbandingan. ''Dengan waktu yang telah berjalan selama 3 bulan ini, kita akan menghitung kembali agar kerugian tidak terus bertambah,'' katanya.


Menurutnya, jika ke depan tidak disubsidi, besar kemungkinan penerbangan Aviastar Bae 146-200 rute Batam-Tembilahan PP tidak dapat diteruskan.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Inhil, H Pahrolrozi melalui Kabid Udara Dishubkominfo, Gordon saat dikonfirmasi membenarkan, penerbangan Aviastar Bae 146-200 rute Batam-Tembilahan akan break setelah habisnya masa percobaan selama 3 bulan. ''Ya, selesai masa 3 bulan ini pihak Aviastar BAe 146-200 minta istirahat. Mereka akan melakukan kajian ulang terhadap penerbangan rute Batam-Tembilahan PP,'' ujar Gordon. (rpc)