SUKABUMI, GORIAU.COM - Kasus penyiksaan terhadap anak kembali terjadi. Sabtu (4/1/2014), warga menemukan balita berusia sekitar 2 tahun di depan toko di Desa Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

Saat ditemukan warga, pada sekujur tubuh balita itu banyak terdapat luka-luka, seperti akibat sundutan rokok dan lebam. Warga yang merasa prihatin serta kasihan terhadap balita itu langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi, Kecamatan Cibadak untuk diobati.

"Kami sudah melaporkan kasus temuan balita ini kepada pihak kepolisian. Kami juga merasa prihatin dengan kondisi tubuhnya karena terdapat luka yang cukup parah, makanya langsung dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Desa Pamuruyan, Sabtu.

"Jika dilihat dari kondisi tubuhnya, diduga balita itu merupakan korban penyiksaan dan sengaja dibuang, tetapi belum diketahui siapa pelakunya. Maka dari itu kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian dan minta kepolisian menangkap oknum yang telah melakukan penyiksaan itu," sambung kata Kepala Desa Pamuruyan.

Jajaran Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi, masih mencari orangtua balita malang itu. "Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus temuan ini dan melakukan pencarian terhadap kedua orangtua si balita yang ditemukan warga di halaman toko di Kecamatan Cibadak," kata Kapolsek Cibadak Komisaris Polisi Undang Setiadi.

Menurut Undang, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah balita tersebut benar dibuang oleh orangtuanya atau bukan, karena sampai saat ini ibu dan ayahnya belum diketahui dan kasus ini merupakan laporan dari warga. Dia berjanji akan secepatnya mencari kedua orangtua si balita berjenis kelamin perempuan tersebut.

Jika sudah ditemukan orangtuanya, maka pihaknya akan dengan mudah membongkar kasus ini apakah nantinya dalam penyelidikan ditemukan adanya tindak kekerasan yang disengaja terhadap balita tersebut atau lain hal. Dia sudah menugaskan anggotanya  segera mencari dan mengusut kasus temuan balita yang diperkirakan usianya baru dua tahun itu.

"Kami sedang mengembangkan kasus ini dan sudah meminta keterangan dari beberapa saksi atas kasus laporan masyarakat tentang temuan balita ini," tambahnya.***