PEKANBARU, GORIAU.COM - Tewasnya Brigadir Megi Satria (28), anggota Propam Polda Riau yang sempat ditelantarkan di sebuah klinik terjawab sudah. Ternyata karena mengonsumsi narkoba.


Kasus kematian Megi tidak lepas dari peran dua teman satu angkatannya, yakni Bripda B dan Brigadir R. Kedua anggota kepolisian itu ternyata mengajak Brigadir Megi untuk mengkomsumsi narkoba.


"Kita tahu, Brigadir Megi Satria anggota Propam Polda Riau sangat baik. Dia tidak pernah neko-neko. Dia juga bukan pemakai narkoba. Tapi Almarhum diajak dua letingnya itu," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada detikcom, Minggu (15/2/2015).


Menurut Guntur, dari hasil pemeriksaan di Propam Polda Riau, kedua rekannya Bripda B dan Brigadir R mengaku jika mereka mengajak Brigadir Megi untuk mengonsumsi narkoba.


"Mereka menggunakan narkoba di rumah Brigadir R, di kawasan Kulim," terang Guntur.


Masih menurut Guntur, Brigadir Megi bukan pencandu narkoba, sehingga ketika menggunakan kemungkinan over dosis.


"Almarhum inikan bukan pengguna, jadi kemungkinan kondisi tubuhnya tidak tahan sehingga mengalami sesak dan akhirnya meninggal," katanya.


Masih menurut Guntur, Brigadir Megi selama bertugas tidak pernah ada masalah. Dia termasuk anggota Polda Riau yang berprestasi yang baik.


"Almarhum meninggalkan satu anak usia dua tahun tujuh bulan dan istrinya tengah hamil," tutup Guntur.


Brigadir Megi Satria diketahui sudah meninggal dunia saat diantarkan seseorang ke klinik Rizki Medika Jalan DI Panjaitan, Pekanbaru pada Jumat (13/2) siang. Kecurigaan terhadap kematian korban yang memicu penyelidikan polisi.***