JAKARTA, GORIAU.COM - Pada Mei 2013 lalu, adik kandung Titi Yustinawati alias Titi Yusfianti, Agung Adiyaksa dicokok aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) karena peredaran sabu. Sebagai seorang kakak, Titi dan sang suami AKBP Idha Endri Prastiono, berjuang mati-matian membela sang adik.

"Saat Agung ini ditangkap, keduanya sering ke sini. Intervensi penyidik di kasus adiknya," kata salah seorang penyidik di BNN yang minta namanya disamarkan, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/9/2013).

Intervensi itu berupa beberapa hal yang menjadi materi penanganan perkara, agar tidak dimasukkan dalam berita acara. Misalnya saja beberapa aset yang turut disita, seperti tanah, rekening, serta deposito.

"Tapi penyidik tidak bergeming dan jalan terus sampai ke tahap dua (penyerahan tersangka dan berkas ke kejaksaan)," ujar sumber itu.

Tidak hanya sekali, setelah hakim mengetuk palu dengan kurungan tujuh tahun untuk kasus narkotika dan 1 tahun 4 bulan untuk kasus pencucian uangnya, keduanya masih mengupayakan rekomendasi dari BNN untuk membantu keringanan hukuman adiknya yang sekarang ada di LP Pemuda Tangerang.

"Dia minta dibuatkan rekomendasi justice collaborator agar hukumannya diringankan, dalihnya bahwa Agung membantu BNN dalam membuka jaringan yang kerap beroperasi di border Kalimantan. Tapi tetap kita tolak, karena tidak ada satu pun syarat yang memenuhi, apalagi sudah intervensi kasus," kata penyidik itu.

Hingga saat ini Agung yang merupakan mantan anak jaksa ini berada di LP Pemuda Tangerang. Dia cukup disegani di hotel predeo yang dia tempati.

Dihubungi terpisah, Kabag Humas BNN Kombes Sumirat belum memberikan respons terkait dengan informasi upaya intervensi AKBP Idha dan istrinya Titi Yustinawati itu.***