PEKANBARU, GORIAU.COM - Terdakwa M Safri mantan Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sarimadu Bangkinang dinilai bersalah dalam menggunakan anggaran BPR Sarimadu, karena mengajak Bupati Kampar Jefry Noer, beserta istrinya Eva Yuliana dan kedua anaknya, menghadiri acara ICA Expo di Manchester Inggris, beberapa waktu lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau menuntut terdakwa Syafri dengan hukuman penjara selama 6,5 tahun, dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana BPR Sarimadu, dengan terdakwa M Safri, Kamis (5/6/2014) di Pengadilan Tindak Pidana TahunKorupsi (Tipikor) Pekanbaru.

Menurut JPU, tidak ada alasan pembenar dan pemaaf bagi Syafri, sehingga terdakwa tidak dilepaskan dari proses hukum.

"Atas perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," ujar JPU Lasargi Marel dan Muhammad Fitriadhy, dalam amar tuntutannya.

JPU mempertimbangkan beberapa hal, baik yang memberatkan maupun yang meringankan. Untuk hal yang memberatkan, menurut JPU, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara.

"Terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya dan memberikan keterangan yang berbelit-belit di persidangan," kata Lasargi Marel.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah tersangkut hukum sebelumnya. Selain itu sudah ada pengembalian kerugian negara sebesar Rp 89 juta.

"Menuntut agar majelis hakim memutuskan menjatuhkan hukuman penjara selama 6 tahun dan 6 bulan. Selain itu, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda Rp 200 juta subsider satu tahun penjara, serta uang pengganti sebesar Rp 114 juta subsider 3 tahun 3 bulan,"ujar JPU.

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan, yang akan disampaikan pada persidangan berikutnya Kamis (12/6) pekan depan.

Dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa Syafri mencuat ketika terdakwa mendapat undangan dari Menteri Koperasi dan UKM RI untuk mengikuti acara ICA Expo di London, Inggris. Acara tersebut bertujuan untuk mengembangkan Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun 2012 silam.

Selanjutnya terdakwa mengajak Bupati Kampar Jefry Noer ke tempat tujuan tersebut. Kepergian orang nomor satu di Kampar ini disertai dengan keberangkatan istri dan kedua orang anaknya. Selain ke London, ternyata mereka juga ke Amsterdam dan Paris hal ini yang membuat negara merugi hingga Rp 207 juta.

Informasi yang dirangkum, meski Terdakwa Syafri diduga mengajak Bupati Kampar Jefry Noer ke London dan negara Eropa lainnya, namun Kejati Riau yang telah memeriksa Jefry Noer masih menetapkannya sebagai saksi.

Sejumlah saksi sebelumnya mengatakan kepada hakim, bahwa perbuatan Jefry Noer memang menyalahi prosedural perjalan dinas. Namun Jefry Noer dan istrinya Eva Yuliana ketua DPC Demokrat Kampar yang juga wakil ketua DPRD Kampar ini beserta anaknya bebas dari jeratan hukum.

Dalam berkas jaksa, Jefry Noer melampirkan istrinya sebagai wakil ketua DPRD Kampar agar ikut ke Eropa, sedangkan kedua anaknya dilampirkan sebagai ajudan Bupati agar bisa ikut. Saat ini, salah satu anaknya yang bernama Rahmat Juniardo, terpilih saat ikut dalam Calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Kampar dari partai Demokrat. ***