JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak menginginkan Prabowo Subianto menjadi presiden. Kivlan menyebut SBY lebih memilih Jokowi daripada Prabowo.

Dikutip dari merdeka.com, Kivlan mengatakan, ada persaingan antara SBY dan Prabowo sejak dulu. ''Dia yunior saya. Saya yang mendidik dia. Saya tahu dia,'' kata Kivlan usai melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Kivlan Zen juga menaggapi ucapan Politikus Partai Demokrat Andi Arief. Dalam cuitan di Twitter, Andi Arief menyebut ada setan gundul yang memberi informasi sesat bahwa Prabowo menang Pemilu presiden 62 persen.

Menurut loyalis Prabowo ini, setan gundul itu adalah Andi Arief sendiri. ''Yang setan gundul itu dia, Andi Arief setan gundul,'' kata Kivlan.

Terkait aksi yang dia lakukan di depan Kantor Bawaslu bersama dengan Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK). Tak ada hubungannya dengan tim kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Aksi yang dia lakukan bersama dengan sejumlah massa yang diinisiatori oleh Letjen (purn) Syarwan Hamid, Eggi Sudjana dan Permadi, untuk menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi Paslon nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Aksi ini menurutnya tak ada kaitannya dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi.

''Kita enggak urusan BPN. BPN mau melakukan langkah apapun, mau menyampaikan kembali KPU ke DKPP itu urusan dia,'' kata Kivlan.***