JAKARTA - Majelis Ulama. Indonesia (MUI) meminta ANTV menghentikan program program 'Sahurnya Pesbukers' dan 'Pesbukers Ramadhan'. MUI menilai kedua program tersebut memuat konten tidak patut dan tidak sopan.

''Pesbukers Ramadhan pada tayangan 15 Mei 2019, menjelang buka puasa, misalnya, Raffi Ahmad dan Zaskia Gotik memperlihatkan adegan yang tidak patut, apalagi dalam program yang diberi tajuk Ramadhan ini, Raffi memeluk Zaskia, yang bukan istrinya, dari samping dan berkali-kali Raffi mencium tangan Zaskia Gotik,'' kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, Selasa (28/5), melalui keterangan tertulis yang diterima kumparan.

Tak hanya itu, candaan dengan menghina fisik pengisi acara tersebut, dinilai juga tidak pantas untuk dipertontonkan di televisi.

''Ada pula dialog berisi hinaan fisik. Misalnya ketika Zaskia mengatakan kepada lawan jenisnya, 'Heh, Lu yang bener aja. Lu gak sadar badan lu tuh kaya truk gandeng','' lanjutnya.

Penayangan 'Sahurnya Pesbukers' yang dimulai sekitar 02.00 WIB sampai 04.30 WIB, dianggap tidak pantas, lantaran momen itu merupakan waktu mustajab untuk munajat dan qiyamul lail.

''(Tapi) Diawali dengan tarian India, dengan menghadirkan penari-penari dari India, yang meliuk-liukan badan dan menonjolkan keseksian tubuh, dibawakan secara bersama oleh laki-laki dan perempuan,'' tutur KH Masduki.

Menurutnya, dari tahun ke tahun, 'Sahurnya Pesbukers' tidak ada perubahan. Masih menayangkan canda berlebihan, saling ejek, hina-menghina dan hura-hura. Busana sebagian para pemain wanita juga dinilai tidak patut karena mempertontonkan aurat. MUI juga menyoroti adanya penggunaan bahasa mesum pada dialog program televisi tersebut.

''Ada adegan pria berwajah India berperan sebagai tukang ojek yang mengantarkan Zaskia Gotik. Saat diminta bayaran, Zaskia bilang, tidak punya uang. 'Aku punyanya cuma cinta (sambil menggerakkan dan mengedepankan bagian dada). Atau, kita kawin saja'. Lalu duet ini berdansa,'' terangnya.

Sepanjang Ramadhan ini, Tim Pemantau MUI yang berasal dari lima komisi: Infokom, Fatwa, Dakwah, Pendidikan, dan Kajian, kembali melakukan pemantauan, yang rutin dijalankan sejak 2007.

Sementara menurut Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis, setiap program televisi yang akan tayang pada Bulan Ramadhan, telah mendapatkan edukasi, penyamaan persepsi tentang standar etik tayangan TV.

''Apalagi di bulan Ramadhan, telah dilakukan setiap menjelang Ramadhan, yang diselenggarakan KPI dan MUI. Untuk itu, MUI minta otoritas bidang penyiaran memberi sanksi berat pada dua program ini, dengan menghentikan program, mengingat tak terlihat adanya itikad baik pembenahan,'' ujar KH Cholil Nafis.

Atas adanya pelanggaran tersebut, MUI meminta kepada masyarakat untuk tidak menyaksikan program tersebut ketika tengah sahur atau berbuka puasa. MUI juga mengimbau agar dunia iklan tidak mendukung program yang tidak mendidik dan berselera rendah tersebut.

''Komisi I DPR yang membidangi penyiaran, perlu lebih serius menempuh langkah-langkah yang membuat industri televisi lebih mematuhi regulasi, nilai agama, dan asas-asas kepatutan dan kesopanan dalam masyarakat,'' tandas KH Cholil Nafis.

Sementara itu, kumparan juga telah mencoba menghubungi pihak ANTV, untuk dimintai keterangan soal pernyataan dari MUI tersebut. Namun hingga saat ini, belum mendapatkan respons.***