KUALA LUMPUR - Sebanyak 12 orang meninggal dunia dan 32 lainnya luka-luka akibat kecelakaan bus karyawan Malaysia Airlines (MAS) di Selangor, Malaysia, Minggu (7/4) malam. Dari 12 korban tewas, empat diantaranya merupakan warga negara Indoesia (WNI) yang berasal dari Sumatera Utara.

Dikutip dari kumparan.com, KBRI Kuala Lumpur mengungkap, empat WNI yang tewas dalam kecelakaan bus tersebut merupakan karyawan Malaysia Airlines.

''Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur telah mengunjungi WNI yang meninggal maupun dirawat. KBRI juga telah berkoordinasi dengan perusahaan dan otoritas setempat guna memastikan semua korban memperoleh hak-haknya dan agar jenazah dapat dipulangkan ke tanah air segera,'' kata KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/4).

Kecelakaan tersebut bermula ketika bus yang mengangkut total 43 karyawan yang seluruhnya adalah WNA itu sedang dalam perjalanan dari asrama karyawan di Nilai, Negeri Sembilan, menuju Malaysia Airlines Cargo Complex, Jalan S8 Pekeliling, Kuala Lumpu International Airport (KLIA). Bus tiba-tiba hilang kendali dan jatuh ke selokan.

Bus Sempat Salah Belok

Kepolisian Malaysia menyampaikan laporan investigasi awal mengenai kecelakaan bus pengangkut karyawan Malaysia Airlines (MAS) di Sepang, negara bagian Selangor.Kepala Kepolisian Bandara Internasional Kuala Lumpur Zulkifli Adamshah menyebut bus sempat salah belok.

''Sopir bus seharusnya mengambil jalan keluar arah pukul tiga yang langsung menuju kompleks kargo Malaysian Airlines di Bandara Internasional Kuala Lumpur, tetapi dia mengambil jalan keluar yang salah," kata Zulkifli seperti dikutip dari The Star, Selasa (9/4).

''Kecelakaan ini terjadi terjadi 200 meter sebelum putaran. Kami sedang selidiki kenapa sopir salah belok, apakah itu kesalahan atau tidak,'' sambung dia.

Zulkifli menambahkan, sopir bus naas itu S. Suresh memiliki SIM yang masih berlaku dan tidak punya rekam jejak pelanggaran lalu lintas.

Asal Sumut

Dilansir Malaymail, empat WNI yang tewas seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Keempatnya yakni Ayu (22), Azura Afrianti (22), Rosvita Loka Harahap atau Fita (23), dan Fitri Nurjahari (21).

Selain empat WNI tersebut, korban tewas berasal dari Bangladesh yakni Md Razib Munsi (26), Md Sohel (24), Mohin (37), Al Amin (25), dan Golam Mostafa (22). Sementara 2 lainnya dari Nepal yakni Jagarnath Singh Danuwar (31) dan Ramu Chaudhary (37). Serta, sopir bus bernama S. Suresh (43).

Empat orang WNI menjadi korban meninggal dalam kecelakaan bus Malaysia Airlines merupakan para pekerja di maskapai asal Malaysia. Kementerian Luar Negeri mengungkapkan, keempatnya berasal dari Sumatera Utara.

Nurul, salah seorang rekan korban bernama Fita, mengungkapkan, Fita berasal dari Medan. Mereka merupakan teman dekat yang sama-sama bekerja di kompleks kargo Malaysian Airlines di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

''Kami berdua tinggal di asrama yang sama, bekerja sebagai pegawai di kantor yang sama, saya sudah mengenalnya selama tiga tahun,'' sebut Nurul seperti dikutip dari The Star, Selasa (9/4). Media lain menulis nama Fita dengan Rosvita Loka Harahap.

''Saya sedang bekerja shift pagi dan dia datang menggantikan saya, kemudian saya mendengar kecelakaan itu, ini kehilangan besar bagi saya, dia teman baik saya,'' sambung Nurul.

Dia menyebut, saat ini keluarga Fita di Medan sudah diberi tahu perihal kejadian itu. Terkait kapan jenazah Fita dipulangkan, Nurul belum mengetahuinya.

Sementara Kementerian Luar Negeri menyatakan proses administrasi pemulangan empat jenazah WNI yang menjadi korban kecelakaan bus di Malaysia telah rampung. Rencananya, para korban akan dipulangkan ke Tanah Air menggunakan Malaysia Airlines.

''Rencananya Jenazah akan diterbangkan dengan Pesawat Malaysia Airlines MH 860 Kuala Lumpur - Medan pada Kamis tanggal 11 April 2019. Seluruhnya berasal dari Sumatera Utara,'' kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (9/4) dalam keterangannya.***