SELATPANJANG - 106 kilometer daratan pulau di Kepulauan Meranti Riau tergerus abrasi dan sekarang bibir pantai sudah dekati pemukiman dan kebun warga.

Atas kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Kepualuan Meranti hingga saat ini tetap fokus dalam penanganan Abrasi.

Dari data yang diterima melalui Bagian Perbatasan Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti bahwa saat ini kondisi abrasi yang paling parah terjadi di Pulau Rangsang.

Kabag Perbatasasan Setdakab Kepulauan Meranti melalui Kassubag Pengelolaan Potensi Kawasan Yusril Lubis kepada Tribun sebagaimana dikutip GoRiau, Selasa (25/6/2019) mengatakan bahwa potensi abrasi di Kepulauan Meranti sangat besar. Sd1 "Untuk Meranti paling besar itu ada di Pulauan Rangsang 73,47 Km. Total keseluruhan seluruh Meranti 106.87 km," ujar Yusril.

Beberapa hal yang sudah dilakukan pihak Pemkab terkait penanganan abrasi dikatakan Yusril ada dengan pemasangan Nibung dan penanaman Mangrove.

Namun hal ini dikatakan Yusril belum memberikan dampak signifikan. "Hal ini diakibatkan gelombang laut yang besar terutama di pesisir Selat Malaka," pungkas Yusril.

Adapun dampak dari abrasi yang terjadi di Kepualauan Meranti yaitu meningkatkan kemiskinan, hilangnya fasilitas sosial masyarakat, rusak dan hilangnya kebun masyarakat. ***