PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau akan menggunakan uang zakat dari aparatur sipil negara (ASN) dan perusahaan untuk membantu warga yang kesulitan modal kerja untuk berdagang maupun yang terkena bencana.

Demikian disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru Endar Muda, Selasa (27/12/2022) mengatakan, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini tengah giat mengumpulkan zakat dari aparatur sipil negara (ASN) dan perusahaan-perusahaan.

"Kami ini adalah perpanjangan dari kepala daerah. Pengurus Baznas itu diangkat dan ditetapkan oleh kepala daerah," kata Endar, Selasa (27/12/2022).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun mengatakan, Amil Zakat itu adalah kepala daerah. Karena besarnya kewenangan dan tugas kepala daerah, maka dibentuklah Baznas.

Guna menjangkau hingga ke tingkat paling bawah, maka dibentuklah Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Pengurus UPZ dibayar 12,5 persen dari zakat tersebut. "Ini halal," imbuhnya.

Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah giat mengumpulkan zakat dari ASN dan perusahaan. Semua ASN diwajibkan membayar zakat.

"Zakat yang terkumpul bisa untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan. Hanya dengan zakat, kita bisa mengentaskan kemiskinan," ucap Muflihun. ***