PEKANBARU - Penjabat Sekretaris Dearah Kota (Pj Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, ST., M.Si, turun langsung guna memantau stabilitas harga kebutuhan pokok di Pasar Induk sementara di kawasan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (TBRPS), Minggu (15/1) malam.

Dalam pemantauan itu, Indra Pomi turut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut dan Kepala Dinas Perindag Zulhelmi Arifin.

Disampaikan Indra, pemantauan yang dilakukan itu bertujuan untuk mengendalikan inflasi sehingga harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dalam Kota Pekanbaru tidak terus bergerak naik.

"Karena itu kita melakukan pemantauan stok barang yang ada di Pasar Induk sementara. Di sana kita pantau harga-harga barang baik itu sayuran, bawang, beras, cabai termasuk komiditi lain seperti ayam dan telur," ungkapnya, Senin (16/1).

Dari pemantauan yang dilakukan, kata dia, untuk harga cabai merah yang didatangkan dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara masih cukup tinggi di angka Rp45 ribu per kilogram.

"Kalau kita kan berharap harganya ini bisa di bawah Rp45 ribu per kilo (di agen), sehingga sampai di pasar harganya tidak terlalu tinggi," ucapnya.

Untuk kebutuhan cabai sendiri, lanjut Indra, per harinya bisa mencapai 25 ton. "Ini yang harus kita jaga harganya jangan sampai naik di atas ambang batas karena bisa meningkatkan inflasi," ujarnya.

Lebih lanjut Indra menerangkan, dari penuturan pedagang di Pasar Induk sementara, banyak hal yang menyebabkan harga cabai menjadi naik. Seperti musim panen yang terganggunya, kenaikan dan kelangkaan BBM serta juga permintaan yang tinggi.

"Bisa juga karena lamanya jarak tempuh dari daerah pemasok ke sini, karena mempengaruhi pemakaian BBM kendaraan. Karena itu kita akan mempelajari langkah apa yang bisa dilakukan untuk menekan kenaikan harga ini supaya kita tidak mengalami inflasi, kalau bisa malah deflasi," tutupnya. ***