ZAKAT adalah bagian dari sebuah program pengembangan dana sosial syariah dan memiliki dampak secara langsung untuk kemasyarakatan. Dengan demikian, maka peranan Zakat dalam kehidupan itu penting agar ekonomi tercukupi.

Apalagi di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini yang membuat perekonomian semakin menurun drastis. Oleh karena itu keberadaan Zakat ini bisa menjadi alat untuk terus menahan tingkat penurunan daya beli warga masyarakat.

Zakat sendiri adalah salah satu rukun Islam dan setiap muslim yang sudah memenuhi syarat, maka wajib melakukannya. Selain hanya melaksanakan perintah Allah SWT, tujuan dari Zakat sendiri adalah sebagai membantu manusia yang membutuhkan pertolongan ataupun bantuan.

Maka dari itu dalam syariah Islam sendiri telah memberi perhatian yang cukup besar serta memberi kedudukan tinggi terhadap Zakat. Selain itu kedudukannya juga sudah diketahui oleh banyak orang terutama kaum muslimin.

Peranan Zakat dalam Kehidupan Kemasyarakatan, Apa Saja?

Seperti tadi, bahwa Zakat adalah salah satu konsep yang cukup penting terutama dalam agama Islam. Dengan demikian maka Zakat akan memainkan peran yang penting untuk masalah keuangan.

Biasanya membayar Zakat artinya seorang muslim yang sudah mengeluarkan kekayaan tambahan yang telah mereka miliki selama satu tahun. Meski demikian, sebelumnya mereka juga harus sudah memenuhi dahulu apa saja kebutuhan utama mereka, misa pakaian, makanan atau tempat tinggal.

Selai itu hukumnya juga wajib tanpa ada pengecualian bagi manusia muslim dan bagi yang sudah mampu. Dari sejumlah penjelasan dari beberapa sumber, maka kesimpulannya bahwa Zakat merupakan kewajiban fardhu ain (individu) yang dilakukan oleh seluruh umat muslim yang mempunyai harta.

Karena peranan Zakat dalam kehidupan itu cukup penting, maka Zakat sendiri juga akan dibedakan menjadi dua macam yakni Zakat Maal dan Zakat Fitrah. Nah Zakat Mal adalah salah satu dari beberapa Zakat yang bisa dilakukan oleh seorang Islam.

Sedangkan Zakat Fitrah adalah Zakat Jiwa (Nafs) dan wajib dilakukan oleh orang muslim ketika jelang hari Raya Idul Fitri bulan suci Ramadhan. Selain hanya menjadi kewajiban seorang muslim, maka Zakat juga banyak memiliki manfaat.

Salah satu manfaatnya adalah mampu untuk menenangkan hati seseorang dan bisa melatih untuk bersikap ikhlas. Apabila sudah dilakukan secara ikhlas dan tanpa ada kata paksaan, maka akan menjadikan kita sebagai pribadi yang tulus dalam melakukan kebajikan.

Tentang Zakat

Memang peranan Zakat dalam kehidupan itu sangat penting dan bahkan potensi yang paling besar di Indonesia adalah kaum muslim. Jika semakin besar Zakat yang akan dikeluarkan, maka akan semakin besar pula pendapatan nasional negara.

Apabila semakin besar pendapatan nasional negara, itu artinya bahwa telah terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pada dasarnya pertumbuhan perekonomian juga bisa lebih mengarah terhadap negara untuk menuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Selain itu tolak ukur Zakat sebagai salah satu pengatur kesejahteraan memang dapat dijadikan sebagai pedoman standar, baik mikro atau makro. Kenyaraannya sejarah sudah mampu membuktikan, bahwa Zakat ini bisa untuk meningkatkan pendapatan nasional negara dan terciptanya kemakmuran masyarakat.

Bagaimana Sistem Zakat?

Terkait peranan Zakat dalam kehidupan, memang begitu penting dan semua hal tentang sistem zakat wajib untuk kita contoh dengan baik. Tidak hanya itu saja, melainkan teori yang lebih modern sudah menemukan bagaimana cara dan atau mekanisme Zakat bisa meningkatkan pendapatan nasional.

Bahkan bantuan yang diberikan ke dalam bentuk bantuan seperti konsumtif pun sudah bisa memberi efek pengganda yang signifikan. Terlebih jika Zakat tersebut diberikan ke dalam bentuk bantuan seperti modal kerja maupun dana bergulir.

Selain itu Zakat juga mampu untuk memberi efek dua kali lipat yang lebih banyak daripada zakat yang berbentuk bantuan konsumtif. Zakat untuk bisa meningkatkan pendapatan maka harus dialokasikan dengan cara yang tepat dan benar.

Fungsi Zakat

Karena peranan Zakat dalam kehidupan itu begitu penting, maka keberadaannya juga memiliki fungsi tersendiri. Salah satunya adalah untuk modal kerja untuk orang-orang miskin agar bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Dengan demikian mereka dapat menghasilkan penghasilan sendiri dan bisa memenuhi segala kebutuhan kehidupan keseharian. Zakat sendiri berasal dari bahasa Arab dan artinya juga bervariasi,seperti bersih, berkah, bertambah, dan baik.

Sedangkan Zakat menurut istilah syara' yaitu rukun Islam yang ketiga setelah syahadat dan sholat. Dengan demikian ia adalah bentuk kewajiban yang paling penting untuk umat muslim dalam rangka untuk berempati kepada sesama manusia lain.

Zakat juga dapat diartikan sebagai hitungan tertentu dari suatu harga dan syara' wajib mengeluarkan kepada fakir dengan syarat khusus.

Apa Bedanya dengan Shadaqah?

Peranan Zakat dalam kehidupan begitu penting dan salah satu bentuk dari kepedulian aghniya' dan merupakan ketersedian untuk membayar Zakat serta mengeluarkan Shadaqah. Karena Zakat adalah pembelanjaan harta atau infaq yang sifatnya wajib, maka Shadaqah merupakan sunnah.

Di dalam konteks perekonomian, keduanya adalah bentuk dari distribusi kekayaan antara sesama manusia, terutama umat muslim. Tidak hanya itu saja, melainkan Zakat berguna sangat strategis dalam sistem ekonomi, seperti untuk instrumen distribusi kekayaan.

Pasalnya distribusi Zakat dari masa ke masa juga terus mengalami perubahan dan bahkan fungsi dan perannya begitu penting. Selain itu juga telah dianggap sebagai ritual ibadah dan pada akhirnya terjadi disfungsi pada fungsi dan peranan Zakat dalam kehidupan dan untuk jaminan sosial.

Manfaat Zakat

Pasalnya dengan berzakat kepada orang-orang yang membutuhkan adalah salah satu pilar agama Islam yang wajib dilakukan. Setiap orang muslim sudah pasti akan terus berusaha untuk melakukan amalan itu dengan tujuan untuk melengkapi semua kewajibannya.

Selain itu dengan berzakat, maka akan membantu seorang hamba untuk lebih dekat dengan sang maha Pencipta alam semesta ini. Juga akan meningkatkan ketakwaan dan iman dalam diri manusia yang menjalankannya.

Bahkan dengan mengeluarkan Zakat, maka bisa untuk menghapus dendam maupun perasaan sakit dari dari orang yang tidak mampu. Karena berbuat kebaikan seperti Zakat ini juga bisa menambah lebih banyak pahala serta mengurangi dosa seseorang.

Bahkan di dalam ajaran Islam sendiri, bahwa dengan berakat merupakan kewajiban dan menjadikannya posisi dalam kedudukan tinggi yang mulia. Jadi kesimpulannya bahwa peranan Zakat dalam kehidupan tidak hanya untuk diri sendiri saja, melainkan juga untuk orang-orang yang membutuhkan.***

*Penulis adalah mahasiswa STIE Syariah Bengkalis