PEKANBARU - Masyarakat diminta bisa memanfaatkan program Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

Demikan dikatakan, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa, dalam rilis resmi dikutip, Selasa (24/1/2023).

Dijelaskan dia, bahwa komitmen, proses bisnis, aplikasi, dan SDM yang sudah baik akan percuma jika program SP4N-LAPOR! kurang termanfaatkan oleh masyarakat.

Pada akhir tahun 2022, pemerintah berhasil mencapai persentase tindak lanjut laporan lebih dari 85 persen dari total laporan yang diterima. Namun, Diah berharap di tahun 2023 lebih banyak lagi kegiatan strategis yang berfokus pada peningkatan partisipasi masyarakat.

Diah mengungkapkan, sepanjang tahun 2022 telah dilakukan berbagai kegiatan dalam upaya peningkatan pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

"Di antaranya survei kepuasan pengguna, VVIP meeting, FGD dengan pilot project, training secara offline dalam dua batch, training untuk level operator, middle management, policy maker, training of trainer, serta kompetisi pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang keempat," kata Diah.

Diah menguraikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama di dalam penyelenggaraan program tersebut, sehingga mampu membawa dampak positif yang lebih signifikan terhadap peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

"Kebermanfaatan setiap program dan kegiatan harus dapat terukur. Kemudian, harus bisa dipastikan bahwa praktik baik yang telah diajarkan kepada setiap instansi, terutama instansi pilot project, telah sustainable," ucapnya.

Artinya, kata Diah, setiap instansi secara mandiri dapat menjaga ataupun bahkan meningkatkan kualitas dan performa pengelolaan pengaduan.

"Setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu dapat berjalan beriringan dan secara kolaboratif saling mendukung satu sama lain," pungkasnya. ***