PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemprov Riau melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPM Bangdes) pada 2014 mendatang, lebih memfokuskan pengembangan potensi masyarakat desa yang berada di perbatasan dengan negara tetangga.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BPM Bangdes Riau H Daswanto kepada riauplus.com sebagaimana dikutip GoRiau.com, Senin (7/10/2013) di Pekanbaru. Menurutnya, langkah ini dilakukan demi memberdayakan masyarakat desa di perbatasan.

"Program ini sudah kita ajukan ke Bappeda Riau. Mudah-mudahan kegiatan ini disetujui dan pada tahun 2014 sudah bisa kita implementasikan,"papar Daswanto.

Dijelaskan Daswanto, banyak potensi yang dikembangkan bagi masyarakat yang berada di daerah perbatasan tersebut. Potensi-potensi ini harus dikembangkan, agar kesejahteraan masyarakat desa perbatasan meningkat.

"Kita sudah membuat perencanaan yang cocok untuk dikembangkan. Nantinya, kita akan mengajak perguruan tinggi untuk melakukan kajian akademis terhadap potensi apa yang dimiliki desa di perbatasan antar negara itu,"tuturnya.

Berdasarkan kajian akademisi itulah kata Daswanto, Pemprov Riau akan mendukung potensi yang dimiliki masyarakat desa perbatasan. Misalnya, dengan pengembangan potensi kerambah ikan.

"Jadi harus ada kajian akademisi dulu. Baru masyarakat itu kita berdayakan, agar perekonomiannya terangkat yang pada akhirnya berdampak kepada kesejahteraan masyarakat desa,"ulasnya.

Ketika ditanyakan apakah program ini tidak akan tumpang tindih dengan program yang dilakukan oleh Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Riau?Daswanto mengaku, tidak akan berbenturan. Alasannya, kedua badan ini memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda.

"Kalau kita kan lebih kepada sisi pemberdayaan masyarakatnya. Baik pemberdayaan ekonomi, kelembagaannya, sosial budayanya atau teknologi tepat gunanya (TTG). Tetapi, kita tetap berkoordinasi dengan Badan Pengelola Perbatasannya,"sebutnya.

Menurut Daswanto, ada sekitar 24 desa di Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Desa-desa itu, tersebar di enam kabupaten/kota. Antara lain, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir dan Pelalawan. ***