JAKARTA - Sudah menjadi pengetahua umum bahwa banyak orang kaya sering berbohong dan curang dengan dalih dengan demi kebaikan anak-anaknya.

Dikutip dari liputan6.com, contohnya: mereka menyuap panitia atau juri saat anaknya mengikuti lomba, supaya keluar jadi pemenang.

Profesor psikolog dari Universitas Massachusetts Amherst, Robert Feldman, menjelaskan penyebab orangtua berbohong.

''Ada sebuah pemikiran bahwa orangtua harus melindungi anak-anaknya, sehingga hal tersebut dianggap sebagai salah satu hal yang mesti dilakukan agar anak sukses,'' katanya seperti dilansir dari situs Health pada Rabu, 17 April 2019.

Ads
''Ini bukanlah hal pertama yang dilakukan orangtua untuk mempermudah hidup anak. Ini juga bukan langkah pertama tetapi merupakan salah satu rangkaian guna membantu anak menjadi sukses,'' Robert menekankan.

Tak Percaya Kemampuan Anak

Faktor lain yang bikin orangtua berbuat curang karena mereka tidak percaya pada kemampuan anak atau enggan menerima kenyataan ketika anak mengalami penolakan.

Selain itu, hal ini dilakukan guna mempertahankan reputasi anak dan diri sendiri. Robert menyebutnya sebagai Phenomenon of Reflected Glory.

''Jika anak Anda masuk universitas terbaik, misalnya, itu akan merefleksikan hal baik kepada Anda,'' kata Robert.

''Anda ingin anak Anda untuk memiliki pencapaian yang lebih baik dibanding orang lain,'' ujarnya.

Padahal, membantu anak agar bisa masuk ke kampus ternama tidak harus melakukan tindakan illegal.

Namun, karena kekayaan yang berlimpah, mengambil jalan buntu seperti ini bisa menjadi kepusaan di diri mereka. Juga memperkuat perasaan mereka sebagai orang yang kuat.

Artinya, jika seseorang telah merasa superior pada orang lain, melanggar peraturan dan bebas dari hukumannya, hal tersebut hanya mempekuat rasa tersebut.

Seseorang yang terkenal dan sering dipuji juga biasanya akan mempercayai bahwa mereka lebih baik dari orang lain.

Tindakan Immoral

Robert mengatakan bahwa ini merupakan hal wajar yang dilakukan oleh orangtua yang memiliki kekayaan. Ini kemungkinan besar bukan hal pertama yang dilakukan secara tidak jujur.

Namun, perlu diketahui bahwa sebagian anak tidak mengetahui tindakan yang dilakukan orangtua tetapi ini akan menjadi hal yang sulit bagi anak.

Kita tidak mengetahui apa yang dipikirkan orangtua saat mereka memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut, tapi kita tahu bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Orang tua pun juga paham mengenai hal ini.

''Orang-orang ini merupakan orang sukses. Mereka tidak bodoh. Tidak ada tempat yang tidak menganggap bahwa tindakan tersebut illegal dan immoral,'' kata Robert. (khairuni cesario/lp6).***