GUNUNGSITOLI - Kasiani Zebua alias Ina Gawati, seorang janda paruh baya, diikat sejumlah orang di jalan di Desa Sifaoroasi, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, pada malam hari, 3 Agustus lalu.

Video perlakuan tak manusia terhadap warga Desa Hiligawoni, Kecamatan Alasa, Nias Utara itu kemudian viral di media sosial. Kasus itu kini tengah diproses secara hukum oleh Polres Nias.

Dikutip dari sindonews.com, diceritakan Kasiani Zebua, sebelum diikat sekelompok orang, dirinya ditampar dan diseret dari teras rumah ke jalan yang berbatu.

''Saat itu saya sedang duduk di teras rumah Ama Timu, tiba-tiba datang dua orang perempuan yang cukup aku kenal dan memegang tanganku lalu datang si Joni anak Kepala Desa Sifaoroasi dan menamparku. Aku kemudian diseret ke depan rumah yang berbatuan,'' ujar Kasiani Zebua dengan didampingi penasehat hukumnya, Kamis (23/08/2018) di Gunungsitoli.

Kasiani menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada 3 Agustus lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, di Desa Sifaoroasi, Kecamatan Afulu tepatnya di depan rumah FH alias Ama Timu, korban diikat paksa oleh dua lelaki berbadan besar dan membentangkan ke jalan berbatuan dan satu orang lainnya berperan mengikat tangan dan kaki korban dengan menggunakan kain selendang.

"Saat kejadian itu sekitar jam sembilan malam, dua orang memegang tanganku dan satu orang mengikat tangan dan kakiku. Saat itu kucoba melepaskan diri tetapi tidak bisa kulawan karena badan mereka besar. Aku seperti binatang mereka buat, tangan dan kakiku diangkat ke atas sehingga punggungku sangat sakit di batu itu,'' tutur Kasiani.

Sambung Kasiani, dirinya saat itu hendak dijemput oleh tiga warga dari desa asalnya untuk dibawa pulang, tetapi dia menolak dengan alasan ingin meminta pertanggungjawaban FH alias Ama Timu yang telah menodai dirinya yang sudah menjadikan wanita simpanan selama setahun. FH juga menjanjikan membiayai hidup dan akan dinikahi.

''Aku perkirakan setahun. Awalnya Ama Timu memperkosa aku di kebunnya. Saat itu saya sedang berjalan dan dia memukul punggungku sehingga aku pusing dan terjatuh. Lalu diinjaknya kakiku dan memperkosa aku. Setelah aku sadar kubilang sama Ama Timu, kenapa kau lakukan ini padaku dan kubilang sama dia akan kuberitahu sama anak-anakku dan sama keluarganya. Dia bilang, jangan lah Ina Gawati, apapun yang kamu minta akan kupenuhi semua asalkan jangan kasi tau sama anakku. Kemudian, dia bilang akan membuatkan pondok tempat tinggalku,'' katanya.

Setelah setahun lamanya, korban dan terlapor FH alias Ama Timu berhubungan layaknya suami istri, baru-baru ini korban sering dipukuli dan pondok yang sudah disediakan sebagai tempat tinggal korban, dibongkar tanpa alasan, sehingga korban sering mendatangi rumah FH.

''Aku sering dipukul Ama Timu di pondok itu dan yang paling membuat hatiku sedih, pondok yang dibuatnya dibongkar. Sehingga aku merasa dipermainkan, padahal dia sudah janji membiayai hidupku, asalkan tidak kukasi tau perbuatannya,'' timpalnya.

Kasiani menuding FH alias Ama Timu sebagai dalang di balik peristiwa penganiayaan secara bersama-sama terhadap dirinya tersebut.

''Ama Timu itu yang menyuruh sehingga aku diikat paksa sesuai di video yang beredar itu,'' ucapnya.

Kasiani menambahkan, bahwa sesuai  informasi yang beredar dirinya disebut gila. Dia membantahnya dan mengaku masih waras. Menurutnya, FH merasa malu, makanya sengaja menyebarkan informasi bahwa Kasiani gila.

''Aku ini tidak gila, orang-orang yang menyebar informasi itu tidak benar. Aku datang ke rumah Ama Timu itu meminta pertanggungjawabannya karena telah memperkosa aku dan menipuku,'' tegasnya.

Kasiani berharap kasus penganiayaan terhadap dirinya diproses sesuai hukum yang berlaku.

''Aku berharap polisi dapat mengusut tuntas dan menangkap para pelaku yang telah mengikatku,'' imbuhnya.

Kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan korban ke Mapolres Nias pada 16 Agustus 2018 lalu, dengan lima orang terlapor. Saat ini penyidik sudah melayangkan surat panggilan kepada lima orang saksi.

Sementara itu, hingga saat ini FH alias Ama Timu belum dapat dikonfirmasi terkait kejadian yang menuding dirinya telah menjalin asmara gelap dengan korban.  ***