PEKANBARU – Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau, Pnt Frans P. F Sirait mengapresiasi upaya yang dilakukan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution dalam mengelola lahan gambut.

Selama ini diyakini masyarakat bahwa komoditas tanaman seperti durian, kelengkeng, mangga, dan lainnya sulit untuk tumbuh di lahan gambut, namun apa yang dilakukan Wakil Gubernur patut dijadikan contoh kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong.

"Taman ini sangat menginspirasi kita untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada," kata Frans saat silaturahmi bersama Wagubri di Taman Gembira Durilengkeng, Selasa (17/1/2023).

Ia juga mengimbau para pendeta se Provinsi Riau agar mengajak jemaatnya untuk melakukan hal yang sama supaya lahan kosong milik masyarakat bisa dimanfaatkan dan membuahkan hasil.

"Kalau kami (FKUB, red) yang menyampaikan mungkin tidak akan didengar, tapi kalau sudah pendetanya yang berbicara pasti akan dilakukan oleh jemaatnya," jelasnya.

Daerah-daerah di Provinsi Riau memiliki kualitas tanah yang berbeda-beda, untuk itu tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan oleh wakil Gubernur Riau juga bisa dilakukan oleh masyarakat.

"Wagub telah membuktikan dan mencontohkan bahwa di lahan gambut saja bisa tumbuh dan berbuah dengan baik, apalagi di tanah kita di daerah-daerah yang tidak gambut tentu lebih mudah lagi perawatannya," terang Frans lagi.

"Jadi mari kita ajak masyarakat Riau ini biar tidak ada lahan kosong lagi," ungkapnya.

Sebagai informasi, Taman Gembira Durilengkeng merupakan kebun Wagubri Edy Natar yang berlokasi di Jalan Karya Bersama, Kecamatan Tenayan Raya (Simpang BPG) Kota Pekanbaru.

Lahan dengan luas kurang dari satu hektar tersebut, 4.500 meternya ditanami 53 durian dengan 11 varietas, lalu 2.000 meter untuk tanaman kelengkeng, dan selebihnya ditanami beberapa tanaman lainnya dengan perawatan khusus karena tanah gambut ekstrim. ***