JAKARTA - Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel, menyarankan wisatawan tidak mengunjungi 13 destinasi di dunia pada 2020.

Dikutip dari kompas.com, Bali dan Pulau Komodo, termasuk dalam daftar 13 destinasi yang direkomendasi Fodor's Travel untuk dipertimbangkan tidak dikunjungi tersebut.

Bali disorot karena masalah lingkungan sedangkan Pulau Komodo disorot karena biaya wisata yang terlalu murah.

''Untuk tahun ini, seperti yang kami lakukan tiap tahun kami fokus pada destinasi dan isu yang membuat kita beristirahat sejenak. Masalah-masalah yang mendasarinya adalah masalah-masalah yang akan kita hadapi satu dekade mendatang,'' tulis Fodor's Travel.

Di akhir dituliskan, bahwa keputusan diserahkan kepada pembaca, karena pembaca yang merencanakan perjalanan sendiri.

''Oleh karena itu yang ditampilkan dalam No List bukan daftar terlarang. Sebaliknya ini adalah janji ketika kita benar-benar membahas tujuan yang disebutkan di sini, di tempat yang menakjubkan, kita akan berwisata dengan bertanggung jawab,'' tulis Fodor's Travel.

Berikut adalah 13 destinasi di dunia yang masuk No List atau daftar destinasi yang lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020 oleh Fodor's Travel:

1. Tempat yang tidak menginginan kamu (atau menginginkan kamu dalam jumlah lebih sedikit)

Kategori ini menjadi fokus dari Fodor's Travel karena terlalu banyak turis yang berkunjung dan menimbulkan masalah. Dengan kata lain inilah destinasi yang terkena dampak besar dari pariwisata massal.

Pariwisata massal memengaruhi kehidupan warga lokal dari harga hunian yang meroket, sampah plastik, kelangkaan air bersih, kerusakan bangunan, dan transportasi yang terganggu.

Selain Bali ada Barcelona di Spanyol, Big Sur di California, AS, Hanoi Train Street di Vietnam dan Angkor Wat di Kamboja.

2. Tempat yang bisa membunuhmu

Gunung Matterhorn di Swiss dinilai oleh Fodor's Travel berbahaya bagi nyawa para pendaki.

Banyak kasus pendaki tewas di gunung ini karena medan yang berat dan cuaca yang tak menentu. Jika bertanya mengapa Gunung Everest tak masuk daftar ini, Fodor's Travel telah memasukannya pada No List 2018.

3. Terumbu karang yang butuh waktu perbaikan

Terumbu karang di Samudera Atantik, dekat dengan Florida, Amerika Serikat terkena penyakit misterius dan berpengaruh pada biota laut lain.

Penyakit misterius tersebut menyebar ke terumbu karang sampai rentang 390 kilometer.

4. Tempat yang saat ini harus mempertimbangkan pajak turis jumlah besar (biaya wisata terlalu murah)

Ada Pulau Komodo dan Kepulauan Galapagos yang disorot karena harga wisata yang terlalu murah. Pajak turis yang terlalu murah dinilai tidak akan mengurangi dampak pariwisata massal.

Biaya wisata yang terlalu murah ditakutkan berpengaruh pada kelestarian hewan langka seperti komodo di Pulau Komodo dan dan kura-kura terbesar di dunia yang ada di Kepulauan Galapagos.

5. Tempat yang harus diwaspadai untuk minum-minuman alkohol

Kosta Rika dan Meksiko jadi dua destinasi yang harus diwaspadai jika ingin mengonsumsi minuman alkohol.

Banyak kasus turis dan warga lokal meninggal setelah mengonsumsi alkohol. Saat ini pihak berwenang di dua negara rajin melakukan inspeksi di bar dan restoran lantaran terlalu banyak korban karena alkohol yang tercemar.

6. Atraksi wisata yang harus berhenti

Thailand disorot lantaran banyak tempat wisata yang mengandalkan gajah sebagai atraksi wisata.

Sebuah investigasi dilakukan dan menemukan 118 tempat atraksi gajah yang didatangi, ada 1.300 binatang (termasuk gajah dan lainnya) dalam kondisi yang memprihatinkan. Semua dimanfaatkan untuk keperluan wisata.

7. Kota yang aman untuk turis, mematikan untuk warga lokal

Ada Cape Town, ibu kota dari Afrika Selatan yang diketahui aman untuk turis tetapi mematikan bagi warga lokal.

Kota ini mengalami peningkatan jumlah kejadian kriminal, tertdiri dari pembunuhan, bentrok antar gang, penjualan obat-obatan terlarang, senjata, pengangguran, dan korupsi. Daerah berbahaya adalah daerah pinggiran kota.

8. Bisnis yang mungkin tidak kamu sadari, tidak ingin kamu dukung

Untuk masalah politik dan kebijakan negara dari para pemilik hotel, Fodor's Travel meminta wisatawan untuk mempertimbangkan kembali. Contohnya properti milik Presiden AS Donald Trump atau Sultan Brunei Darussalam.***