PEKANBARU, GORIAU.COM - Kalau sudah kecanduan ngegame di warnet memang bikin pusing. Bahkan meski masih menggunakan seraham sekolah, hasrat ''ngenet'' tetap berkobar. Seperti yang dilakukan 12 siswa yang maish berseragam di Pekanbaru ini. Akibatnya, mereka pun diangkut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru karena kedapatan sedang main warnet saat jam sekolah. Razia warnet yang digelar Satpol PP di sepanjang Jalan Hangtuah Pekanbaru, Selasa (1/10/2013), mulai pukul 10.30-12.00 wib.

Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Baharuddin melalui Kasi Pembinaan, Fadilah, menjelaskan tim berhasil menertibkan 12 pelajar. Mereka terdiri dari 7 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 5 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

"12 pelajar yang terjaring ini berasal dari enam warnet.setelah diangkut ke kantor Satpol -PP, para pelajar ini di data. Lalu diberi pembinaan. Tujuannya agar pelajar tidak lagi bermain di warnet saat jam-jam sekolah," ujarnya.

Razia serupa ini lanjutnya, akan di gelar setiap hari, dan menyelisir warnet-warnet yang ada di Pekanbaru. "Razia dilakukan pada pukul 10.30 sampai dengan pukul 11.30 dan pelajar yang terjaring masih jam sekolah. Pelajar juga tadi ada yang mengaku kalau mereka bolos sekolah," terang Fadilah.

Menurut Fadilah, razia warnet ini merupakan laporan masyarakat dan keluhan orang tua wali murid kepada Satpol PP, yang mengeluhkan banyaknya warnet beroperasi pada jam-jam sekolah, bahkan sampai 24 jam. "Kita juga minta kepada pemilik warnet, agar tidak membuka pada saat jam-jam sekolah, atau melarang pelajar pada jam sekolah bermain warnet," tutupnya. ***