JAKARTA - Namanya Dewa Gede Suma Adnyana. Dari namanya, bisa ditebak bahwa pemuda berusia 27 tahun ini berasal dari Bali. Namun kini dia dipanggil Ahmad Thoriq.

Nama Ahmad Toriq itu dipakainya sejak Selasa, 10 September 2019 lalu, pukul 21.30 WIB, setelah dirinya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dikutip dari okezone.com, dulunya Dewa Gede Suma Adnyana merupakan guru honorer di salah satu SMA di Kabupaten Gianyar, Bali. Namun belakangan ia memilih mengadu nasib ke Jakarta. Ternyata perantauan ke Jakarta membawanya mendapatkan hidayah.

Keinginan mempelajari Islam sudah dirasakan Dewa Gede saat masih duduk di bangku SMA. Ketika itu ia kerap menonton ceramah-ceramah agama Islam dari ulama kondang, seperti almarhum KH Zainuddin MZ, almarhum KH Muhammad Arifin Ilham, dan lainnya.

''Setiap menonton dan mendengarkan ceramah, saya selalu mendalami makna dari ceramah tersebut, hingga mencoba membuka beberapa kitab suci dari agama lain selain dari Islam. Perlahan tapi pasti, benih-benih hidayah sudah mulai tumbuh dan menemukan penjelasan lebih lengkap di dalam Alquran,'' ujar Dewa.

Setelah menjalani rutinitas keseharian menjadi guru sejarah, semakin hari semakin tak terbendung keinginan untuk lebih mengenal Islam lebih dalam lagi. Namun ujian datang tak ada hentinya, orangtua Dewa tak mengizinkannya untuk masuk agama Islam.

''Silakan kamu masuk Islam dan meninggalkan Bali, tapi tunggu kami telah tiada,'' kata Dewa menirukan ucapan orangtuanya.

Kegigihannya untuk masuk Islam pun akhirnya meluluhkan hati kedua orangtuanya. Alhamdulillah, tepatnya pada Selasa 10 September 2019 pukul 21.30 WIB, Dewa mengikrarkan dua kalimat syahadat di hadapan para mualaf lainnya, dengan bimbingan Ustaz Muhammad Aris Alwi selaku Koordinator Respon Mualaf di Pesantren Mualaf.

Ahmad Thoriq, begitulah Dewa dipanggil saat ini. Besar harapannya agar iman Islamnya dikuatkan Allah dan dimudahkan proses belajarnya agar kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.***