SURABAYA - Usianya baru lima tahun dan belum sekolah, namun Aisyah Muwahhidah Mukarrom sudah hafal empat juz (Juz 30, 29, 28, dan 27) ayat suci Alquran.

Ustazah Kholishotul Qolbiyyah, S.Pd.I, ibu Aisyah, sekaligus pendiri Rumah Tahfizh Daarul Huffazh Surabaya, Jawa Timur, mengungkapkan, Aisyah berlatih hafalannya cukup 'santai', saat sedang bermain, saat berjalan-jalan di taman, atau saat menemani sang ibu.

''Sejak usia dua tahun di manapun dan saat apapun saya ajak dia muroja'ah (mengulang kembali hafalan Alquran). Kalau surat-surat pendek bisa hafal satu hari. Kalau surat-surat panjang, bisa hafal 5-10 ayat sudah bagus,'' kata Ustazah Kholishotul Qolbiyyah, kepada Basra (Berita Anak Surabaya), Senin (6/5).

Muroja'ah memegang peran penting dalam kelancaran menghafal Alquran. ''Rasulullah bersabda, menghafal Alquran tanpa muroja'ah bagai kuda yang tidak diikat talinya, bisa mudah sekali terlepas,'' kata Ustazah Kholishotul.

Ads
Adapun cara menghafal Alquran yang paling efektif untuk balita dengan cara memperdengarkan bacaan langsung bukan dengan membacanya. ''Ada tiga tahap belajar Alquran yaitu membaca, menghafal, dan mengkaji Alquran. Untuk anak-anak di bawah lima tahun karena ada yang belum bisa membaca, maka langsung menghafal. Nanti di usia 5 tahun mulai belajar membaca dengan hafalan yang sudah mantap, jadi lebih cepat belajarnya,'' kata Ustazah Kholishotul.

Anak-anak yang langsung mendengar bacaan Alquran akan lebih tepat dalam mengucapkan bunyi huruf dan bisa membedakan kadar panjang-pendek bacaan.

Selain itu, saat menghafal ayat-ayat Alquran juga bisa ''dilagukan'' agar anak mudah menghafalnya. Dalam hadis dari Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ''Siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Alquran, maka ia bukan dari golongan kami'' (HR. Abu Daud 1469, Ahmad 1512 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Adapun 7 jenis alunan yang dianjurkan untuk dipakai untuk melagukan ayat-ayat Alquran di antaranya Bayyati, Shoba, Nahawand, Hijaz, Rost, Sika dan Jiharka. ''Harapannya dengan memperindah bacaan bisa menggetarkan hati yang mendengarkan,'' sambung Ustazah Kholishotul.***