Tercatat dalam lembaran sejarahPara gatot kaca menekan mundur penjajahMeskipun berakhir dengan tumpah darah

69 tahun Indonesia merdekaMeski bangsanya masih jauh dari kata sejahteraIndonesia bagai kapal tuaItu kata Abdur sang komik Indonesia

Aku berdiri dilapangan bebasDi keramaian otak yang saling menyerangSeraya menundukkan kepalaEntahlah aku sedang apa???Tepatnya bukan mengheningkan cipta

Unak unuk kekanan dan kekiriMereka lambaikan tangan dan berjabat tanganDengan senyuman indah dan sungguh menawanAdakah semua itu pencitraan ataupun sensasi

HHhmmm. . . . . . . .Ingin sekali aku teriakkan kepada mereka

Bangkitlah wahai pemuda bangsa69 tahun kita merdekaNamun apa bedanya?Dulu buruh kerja paksa, dengan upah makanSekarang,Buruh mendapatkan upah yang hanya cukup untuk makan

Aakh.... tak mungkin rasanya jika kalian,Para penerus bangsa terbawa arus begitu saja.

Beranjaklah pergi dari pemikiran PragmatisBerlalulah dari gaya hidup hedunisBerontaklah dengan sikap individualisSingkirkan krikil-krikil penghilang keutuhan kemerdekaan bangsa

Tenang saja negara pijakan ku, IndonesiaCinta akan memerdekakan kembali utuhTak ada lagi merdeka sekedar namaKami siap memerdekakan mu dari segala bentuk penjajah

Rudy Alai adalah Aktivis HIPMA TTB (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Tebing Tinggi Barat)