KITA awali dengan menyebut sepotong ayat Alquran (al- yatsiyah 5): ''Siapa yang mengerjakan amal saleh, pahala baginya. Siapa yang berbuat dosa, ia akan menanggung resikonya''. Itulah dasar kita mengangkat judul ini dalam sebuah tulisan.

Di negeri kita yang semua penduduknya beragama, dimana Islam mayoritas (88 %) sepertinya orang lupa dengan dosa, orang cuek, orang tak hirau bahwa dalam agama ada pahala dan ada dosa. Orang tak risih apalagi malu berbuat dosa, malah ketawa-ketawa dan sedikitpun tak ada wajah-wajah penyesalan.

Sekarang kita lihat apa yang dimaksud dosa? Yaitu melakukan sesuatu yang dilarang syariat islam atau merupakan akibat daripada pelanggaran-pelanggaran ajaran islam. Pertanyaan berikut dari mana sumber sumber dosa itu datangnya?

Pertama, suka menikmati yang haram-haram. Kedua, mengambil hak orang lain yang bukan haknya. Ketiga, suka bohong dan munafik. Keempat, zalim dan tidak adil. Lima, minus akhlak. Itulah sumber-sumber dosa yang akhir-akhir ini dinegeri kita sudah merisaukan dan berlangsung secara masif.

Kita tahu ada dosa besar dan ada dosa kecil. Dosa besar obatnya hanya tobat seperti; durhaka, korupsi, zina, narkoba, bohong, fitnah, sombong dan zalim. Selagi tidak berbuat dosa besar, dosa kecil dapat dihapus dengan ibadah-ibadah mahdah, seperti doa, salat khusyuk, puasa makbul, haji mabrur dan zikir.

Jumhur ulama menyatakan; ''Orang yang tak mau tobat dari dosa besar akan berlaku baginya ancaman Allah berupa siksa berat diakhirat dan hukuman-hukuman didunia''.

Bertobat itu memang berat, karena kata kuncinya adalah menyesali dan berjanji tidak mengulangi lagi. Barangkali itulah sebab orang jarang tobat. Pertanyaan berikut, apa akibat berbuat dosa? Pertama, merusak diri sendiri (masa depan suram) Kedua, merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara (penderitaan, kemiskinan, kenyamanan dan kesehatan terganggu) Ketiga, senang di dunia, celaka diakhirat.

Oleh sebab itu, janganlah kita sekali kali lupa dengan dosa, ingatlah selalu dimanapun dan kapanpun kita berada. Berbuat dosa, resikonya berat kata Allah. Jika kita sadar berdosa, tobatlah, setelah itu iringi dengan doa dan zikir, jangan hanya berzikir dan berdoa saja, harus didahului dengan tobat.

Semoga anak bangsa sadar akan dosa, jangan sampai lupa, diyakini negeri kita akan selalu menjadi negeri yang diridhai Allah( baldhatun thoyyibatun warabbun ghafuur). Insya Allah.***

Drs H Iqbal Ali, MM adalah Mubaligh IKMI Riau/mantan Ketua Muhammadyah Kota Pekanbaru.