PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 tinggal menghitung hari. Partai dan calon anggota legislatif sedang sibuk-sibuknya mengampanyekan diri dan partainya. Dari segi jumlah caleg sangat menggembirakan, walaupun ada partai yang minus caleg dan sebaliknya ada yang panen.

Masa kampanye sudah berlangsung lebih kurang 6 bulan. Segala bentuk usaha dimunculkan caleg untuk mendapatkan dukungan.

Dari sekian banyak cara yang dilakukan caleg ada beberapa cara yang menggelitik saya. Pertama, tanpa rasa malu menyebut dirinya; jujur, amanah, cerdas, pekerja keras dan seterusnya. Dalam bahasa agama caleg ini disebut ujub, yaitu memuji diri sendiri dimana agama melarangnya.

Kedua, menyampaikan pernyataan pernyataan yang aneh dan tak masuk akal karena bukan tugas legislatif, tapi tugas pemerintah. Legislatif hanya pengusul dan tidak gampang akan diterima oleh semua fraksi maupun sidang paripurna.

Ads
Banyak kita jumpai pernyataan pernyataan seperti;  pendidikan gratis, pajak akan dihapus, sim seumur hidup dan lain lain yang sebetulnya bukan tugas mereka. Jelas sekali ini pernyataan pembodohan atau calegnya yang sempurna bodoh.

Kecenderungannya tentu berpura  pura bodoh  danmasa bodoh yang penting rakyat mendukung. Jika demikian yaitu pura pura bodoh, maka segeralah hentikan, jika tidak  bahayanya cukup serius. Negeri ini dibesarkan melalui pembodohan pembodohan.

Kapan kita akan maju, 73 tahun merdeka masih dijuluki negeri berkembang, ulah perilaku elit terutama elit politik. Disinilah kegagalan partai terhadap tugasnya melakukan pendidikan politik untuk rakyat, ditambah pula rekrut caleg yang belum profesional. Saat ini negeri kita betul betul sedang krisis kepemimpinan khususnya keteladanan. Sulit mendapatkan pemimpin yang bisa diteladani, cerdas pekerja keras, berintegritas dan betul betul pro rakyat.

Sebentar lagi kita akan memilih pemimpin untuk 5 tahunan. Hati-hatilah memilih, jauhi pembodohan-pembodohan, salah pilih 5 tahun pula kita menderita dan jangan golput.

Untuk para caleg dan para pemimpin ada kalimat orang bijak; ''pemimpin yang baik akan menghasilkan banyak pemimpin, bukan banyak pengikut.'' Good leaders produce more leaders, not more follewer.

Wallahu a'lam.***

Drs H Iqbal Ali, MM adalah Ketua STISIP Persada Bunda dan Ketua Dewan Pembina IKMR Riau.