SALAH satu ciri masyarakat era revolusi industri 4.0 adalah menginginkan sesuatu dengan instant tanpa repot. Begitu juga dalam hal penyelenggaraan acara. Oleh sebab itu, usaha event organizer (EO) menjadi salah satu usaha yang menjanjikan saat ini.

Jika tahun-tahun sebelumnya jasa EO hanya dipakai pada acara-acara besar seperti konser musik, peresmian perusahaan, pameran, ataupun pertandingan olahraga, dalam waktu belakangan jasa EO digunakan dalam acara-acara resepsi pernikahan, gathering perusahaan, bahkan perayaan ulang tahun.

Pemilik acara hanya sebagai penyandang dana tanpa harus repot-repot mengatur acara. Cukup memberi briefing singkat mengenai maksud dan tujuan yang ingin dicapai, kemudian untuk kreatif dan eksekusinya diserahkan kepada EO yang ditunjuk.

Pelayanan jasa EO di Kota Pekanbaru saat ini cukup berkembang. Pada umumnya, resepsi pernikahan baik yang dilaksanakan di gedung maupun di rumah, telah menggunakan jasa EO. Khusus EO untuk pelaksanaan pesta pernikahan biasa disebut dengan Wedding Organizer (WO).

Begitu pula dengan perayaan ulang tahun. Tidak hanya perayaan ulang tahun perusahaan atau pimpinan perusahaan, perayaan ulang tahun anak-anak pun, kini telah pula memakai jasa EO. Tidak hanya untuk acara yang beragam, jasa EO juga digunakan oleh usia yang juga beragam. Usia muda dengan status mahasiswa dan pelajar saat ini telah menggunakan jasa EO untuk event mereka. Event yang biasa dilaksanakan oleh anak muda biasanya acara ulang tahun.

Belum banyak jasa EO di Pekanbaru yang menyediakan pelayanan untuk segmen pelajar dan mahasiswa. Kalaupun ada, mungkin hanya beberapa saja, itupun atas permintaan orang tua pelajar atau mahasiswa. Hal ini disebabkan mahasiswa dan pelajar umumnya belum memiliki penghasilan sendiri untuk membayar jasa EO. Sehingga EO-EO yang telah ada, jarang membidik segmen anak muda.

Salah satu EO yang berani membidik segmen anak muda di Pekanbaru adalah Hello Milad Islami (HMI). HMI merupakan EO yang dibentuk oleh 5 orang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Tidak hanya membidik segmen yang berbeda, HMI juga menawarkan konsep acara yang berbeda dari EO lainnya. Dengan mengutamakan pelayanan jasa acara ulang tahun, HMI menawarkan konsep islami dalam rangkaian acaranya. Ulang tahun yang merupakan peringatan hari kelahiran, dalam bahasa Arab disebut dengan milad. Oleh sebab itu EO milik mahasiswa UMRI ini bernama Hello Milad Islami.

Setelah melakukan survei tentang peluang pasar, HMI mencoba mengubah konsep ulang tahun yang biasa dilakukan anak muda menjadi konsep yang lebih islami. Hal ini melihat banyaknya anak muda di Kota Pekanbaru yang hijrah dan mulai megurangi kegiatan-kegiatan yang tidak berfaedah. Melihat fenomena hijrah anak muda di Pekanbaru, HMI menawarkan konsep syukuran milad dengan ucapan rasa syukur telah diberi nikmat hidup oleh Allah dengan rangkaian acara tausiyah agama, nasyid, dan games mengenal konsep diri.

Tausiyah agama dimaksudkan agar yang sedang milad mendapatkan pencerahan tentang mensyukuri nikmat Allah. Lagu-lagu nasyid tentunya agar memberi ketenangan dan selalu mengingat Sang Pencipta manusia. Sedangkan games konsep diri dimaksudkan agar yang sedang milad mengenal tentang dirinya melalui masukan dari teman-temannya.

Dalam games ini, para undangan yang hadir diminta untuk menyebutkan 2 atau 3 sifat dari yang sedang milad. Sehingga ia menjadi tahu apa pendapat teman-temannya tentang dirinya. Jika dalam pergaulan sehari-hari teman atau keluarga segan untuk memberitahu, maka dalam acara syukuran milad tersebut, para undangan harus memberikan masukan dalam bentuk permainan, tentang sifat temannya sehingga ke depan dapat diperbaiki.

Disebabkan keunikan konsep usaha EO ini, maka HMI terpilih menjadi salah satu usaha mahasiswa yang memperoleh hibah dari Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) tahun 2019 dan memperoleh lagi hibah dari Kemenristekdikti dalam program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2019. Selain menawarkan keunikan konsep, HMI juga menggunakan sarana teknologi komunikasi sebagai praktek penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran.

Di era revolusi industri dimana sarana teknologi komunikasi berkembang pesat, mobile phone berbasis internet kini berubah fungsi menjadi alat perdagangan. Segala jenis produk usaha dapat dipromosikan dan dijual online lewat aplikasi tertentu maupun media sosial. Begitu pula dengan usaha EO. Tidak sedikit EO yang menawarkan produk jasanya lewat media sosial.

Facebook yang awal mulanya diciptakan hanya untuk mahasiswa Harvard, kini dapat diakses oleh siapapun di seluruh dunia. Menurut Dewi Kartika Sari (2015) dalam tulisannya ‘Penggunaan Media Sosial di Indonesia dalam Perspektif Social Construction of Technology’, salah satu aspek kerangka Social Construction of Technology adalah fleksibilitas interpretatif. Bahwa teknologi bisa memiliki arti yang berbeda, interpretasi, dan tujuannya tergantung pada kelompok sosial yang menggunakannya. Bahwa media sosial baik facebook maupun instagram saat ini digunakan sebagai alat perdagangan adalah bagian dari interpretasi masyarakat yang memiliki usaha untuk apa mereka gunakan alat komunikasinya. Dalam tulisannya, Dewi Kartika Sari juga menyebutkan bahwa rentang usia mayoritas pengguna internet di Indonesia adalah 18-25 tahun. Rentang usia yang termasuk dalam kategori milenial. Karena menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, milenial berkaitan dengan generasi yang lahir diantara tahun 1980-an dan 2000-an dimana kehidupan generasi ini tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi, terutama internet. Maka sangat tepat jika usaha yang menembak segmen pasar anak muda, menggunakan media sosial sebagai salah satu media untuk menjual produknya.

Begitu pula dengan usaha EO HMI milik mahasiswa UMRI. Anggota tim yang merupakan generasi milenial, menjual produk jasa mereka untuk kaum milenial lewat media sosial. Selain penyebaran brosur juga dilakukan, promosi produk lewat media sosial menjadi lebih sering karena sehari-hari anggota tim aktif di media sosial dan target segmen yang merupakan kaum milenial juga umumnya aktif di media sosial. ***

Shintia Dita Pratiwi adalah Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi UMRI, Ketua Tim Hello Milad Islami.

Desliana Dwita, S.IP, M.I.Kom adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMRI, Pembimbing Tim Hello Milad Islami.