BAGANSIAPIAPI - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kabupaten Rokan Hilir membagikan mesin pencacah plastik untuk empat bank sampah yang ada di Rohil. Empat bank sampah ini pencacah plastik ini untuk mengelola sampah plastik rumah tangga menjadi butiran plastik bernilai ekonomis sesuai program 3R.

Terakhir, bantuan mesin pencacah plastik itu akan diserahkan kepada bank sampah Al Fahri pimpinan Mulyadi di Kelurahan Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat mendorong semangat dalam mengembangkan bank sampah yang ada di Rohil.

Menurut keterangan Kepala Bappedalda Rohil, Drs Sukma Alfalah.Msi didampingi kepala sub bidang pemulihan lingkungan hidup Bappedalda, H Khoirul Amri,ST, bantuan empat mesin pencacah plastik itu untuk mendukung penerapan sistem 3R dalam pengelolaan sampah dirumah tangga.

''3R yang kita maksud yakni Reduce adalah untuk mengurangi sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita butuhkan. Kemudian R disebut Reuse adalah untuk memakai dan memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang baru. "R" selanjutnya Recycle atau mendaur ulang kembali barang lama menjadi barang baru.

Ads
https://www.goriau.com/assets/imgbank/19082016/sampah1jpg-5066.jpg

Rinciannya, kata Khairul, Beppedalda membagikan empat mesin pencacah plastik kepada Bank Sampah Berseri.com Bagansinembah Raya pimpinan Ahmad Fatah, Bank Sampah Barokah Mukti Jaya Kecamatan Rimba Melintang pimpinan Tarminem, Bank Sampah Tanisehat.com Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang pimpinan Tomiri dan terakhir Bank Sampah Al Fahri Kelurahan Balai Jaya Kota Kecamatan Balai Jaya pimpinan Mulyadi.

Dijelaskan Khairul, dari pengolahan plastik rumah tangga menjadi butiran plastik para anggota Bank sampah yang diuntungkan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/19082016/sampah2jpg-5065.jpg

''Butiran plastik itu bisa dijual dan tentunya oleh pengelola Bank Sampah yang bahan bakunya didapat dari anggota. Dengan begitu, anggota juga diuntungkan karena semakin giat mengumpulkan sampah plastik rumah tangga untuk dijual di Bank Sampah,'' papar Khairul.

Belakangan, sambungnya, anggota dari empat bank sampah tersebut telah pula memiliki rekening, jadi setiap anggota yang menjual sampah rumah tangganya, pihak Bank Sampah tidak membayarnya secara tunai, melainkan hasil jual sampah dibukukan pengurus Bank Sampah ke rekening anggota dan uangnya bisa diambil kapan saja. (adv)