KETIMBANG ribet mencari harga kompresor angin murah, lebih baik mencoba untuk merakitnya sendiri. Perakitan ini dapat memanfaatkan barang yang tak terpakai atau pun tabung kompresor bekas. Salah satu komponen yang bisa dipakai adalah kompresor lemari es, sementara tabung freon bekas dapat dimanfaatkan sebagai tangki angin. 

Kendati ukurannya kecil, kompresor rakitan sendiri ini dapat dipakai sebagai airbrush dan memompa ban mobi. Saat dipakai, suaranya pun tak bising. Jadi ketimbang membuang lemari es atau kulkas yang sudah rusak, sebaiknya menggunakan komponen di dalamnya untuk membuat peralatan yang bermanfaat.

Pada kompresor jenis direct driven, struktur motor dan kompresor menyatu tanpa membutuhkan vbelt atau tali penggerak. Komponen-komponen dari kompresor beserta dengan fungsinya adalah sebagai berikut.

Komponen Kompresor

  1. Katup isap: Penghisap udara, pada umumnya disertai dengan penyaring udara
  2. Katup searah: katup ini berfungsi mencegah tekanan udara dari kompresor ke tangki kembali ke kompresor
  3. Kompresor: udara dari luar akan dipompa ke dalam tangki oleh komponen ini
  4. Tangki angin: wadah penyimpan angin
  5. Otomatis: alat untuk memberhentikan kerja motor ketika tercapai tekanan tertentu pada tangki
  6. Katup pembuang: berfungsi untuk membuang tekanan angin pada kompresor dan saluran kompresor ketika kompresor berhenti. Katup ini berada di dalam otomatis, tujuan pembuangan tekanan angin adalah agar tek membebani motor saat awal dinyalakan
  7. Katup relief: berfungsi untuk membuang angin ketika kompresor otomatis berhenti, tujuannya adalah mencegah tangki meledak akibat kelebihan beban
  8. Pressure Gauge: alat untuk mengukur tekanan angin
Ads
Pada kompresor yang akan dirakit ini, komponen yang akan ditiadakan adalah katup satu arah, katup pembuang dan katup relief. Kompresor masih dapat bekerja dengan baik tanpa komponen tersebut, tetapi lebih baik agar tetap memasang komponen tersebut jika memang ada.

Baca juga: Ini Tips dan Rekomendasi Memilih Genset Terbaik

Alat dan Perlengkapan

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kompresor ini adalah bor dengan mata bor 8 mm dan 10 mm, flaring tool, gerinda, kunci pas nomor 11 dan 12, las, obeng plus, snei M10 x 1,25, pasta solder, solder, dan timah solder,

Sementara itu, perlengkapan atau bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • keran 0,25 inci
  • komponen otomatis pada kompresor
  • kompresor dari lemari es atau pendingin ruangan
  • mur M 10 mm
  • mur M 14 mm
  • nepple ganda 0,25 inci
  • pengukur tekanan
  • pipa tembaga 0,25 inci
  • plat besi dengan lebar 1 mm secukupnya
  • tabung freon yang sudah kosong
Jika memang tak ada tabung freon yang sudah kosong, maka bisa juga membeli tabung kompresor saja. Harga tabung kompresor tanpa mesin adalah sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 2 juta.

Langkah Pembuatan

  1. Buat kaki penopang tangki angin dengan plat besi tipis dengan cara menekuk 4 plat besi tipis. Pasang keempat plat besi tersebut di bawah tabung freon, kemudian las untuk menyambungnya.
  2. Pada bagian atas tangki, buat dudukan kompresor dengan plat besi. Las 4 buah mur pada plat besi agar pemasangan kompresor dapat lancar.
  3. Gunakan mur M 14 mm untuk memasang otomatis. Bor bagian atas tabung dengan mata bor 10 mm. Setelah berhasil membuat lubang, pasang mur dengan dilas agar tak bocor.
  4. Buat tempat saluran dari kompresor ke tangki. Pasang 2 mur M 10 mm dan las agar menyatu. Kemudian pasang tempat saluran tersebut pada tangki. Bor tangki dengan mata bor 8 mm, lalu pada bagian atas tangki yang sudah dilubangi, las mur tersebut.
  5. Fungsi pemasangan mur adalah untuk memasang napple. Agar drat pada napple sama, gunakan snei m10 x 1,25. Setelah napple sudah dapat dipasang pada mur M10, lekatkan pipa dengan lem besi atau pita perekat.
  6. Masukkan nut 0,25 inci ke dalam pipa tembaga 0,25 inci. Pakai flaring tool untuk memperbesar ujung pipa.
  7. Pakai amplas untuk membersihkan kedua permukaan pipa yang akan disambung, lalu oleskan pasta solder. Pasang kompresor di atas tangki, kemudian sambung pipa ke komporesor dengan las dan timah. Setelah kedua pipa tersambung, pasang ujung pipa ke napple yang berada di tangki, lalu kencangkan.
  8. Pasang keran ukuran 0,25 inci pada mur yang sudah dibuat pada langkah 3, tambahkan perekat atau lem besi agar tak bocor. Ketika dipasang pastikan keran sedang terbuka, atau lepas tuas untuk memudahkan dalam memasang otomatis. Demi mencegah kebocoran, gunakan selotip pipa setelah memasang otomatis.
  9. Setelah otomatis terpasang, sambungkan kabel dari steker dan kompresor. Kemudian pasang pengukur tekanan dan nyalakan kompresor. Gunakan air sabun untuk mencari kebocoran pada setiap sambungan. Pastikan otomatis dapat berfungsi dengan baik. Pada kondisi normal, otomatis akan jalan ketika tekanan dalam tangki pada kisaran 150 psi.
Demikianlah tips untuk merakit kompresor angin sendiri. Tak susah bukan?

loading...