PEKANBARU - Operasi Yustisi untuk memberantas aktivitas Ilegal Loging dan perambahan hutan di Provinsi Riau tampaknya tidak main-main. Selain aparat kepolisian, operasi tersebut juga akan melibatkan prajurit khusus dari Angkatan Udara (AU).

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma Henri Alfiandi menegaskan, pihaknya sudah mengantongi semua informasi terkait di mana saja lokasi tempat berlangsungnya ilegal loging ini.

"Kita sudah dapatkan laporan dari intelijen kita, di mana saja yang rawan, bahkan saya sudah bahas ini dengan Pak Kapolda Riau untuk melakukan Operasi Yustisi," ungkap Jenderal bintang satu ini kepada GoRiau.com (GoNews Group).

Henri menjelaskan, sejumlah foto udara juga sudah dikantongi pihaknya. Gambar-gambar ini terkait perambahan hutan yang diperoleh dari pemotretan via udara dengan pesawat tempur Hawks Lanud Roesmin Nurjadin.

Ads
Tinggal menunggu waktu saja, tegas dia, Pasukan Khusus yang sudah dipersiapkan TNI AU akan digerakkan ke sana secara tiba-tiba untuk menyergap para pelaku. "Kita sudah siapkan Helikopter Superpuma, sudah standby," bebernya.

"Kita sudah observe, bahwa potensi lahan kebakaran tersebut dimulai dari aktivitas Ilegal loging, hutan yang gundul dilakukan pembersihan dan dibakar. Ini sumbernya, jadi operasi yustisi ini juga akan kita fokuskan ke depan," kata Henri.

Sejauh ini sudah ada beberapa lokasi yang rawan terjadinya aktivitas perambahan yang masuk 'pengintaian' TNI AU, antara lain di Kabupaten Siak dan Pelalawan. "Paling rawan di sana, apalagi di taman nasional," beber Danlanud.

Selain itu, strategi lainnya guna mencegah bencana asap agar tidak muncul di tahun 2017 adalah dengan mengintensifkan modifikasi cuaca, untuk memicu hujan turun terutama di daerah yang mengalami kemarau di Provinsi Riau.

"Dengan tekhnologi modifikasi cuaca (TMC), hujan diharapkan bisa turun, sehingga kelembapan tanah terjaga dan tetap basah. Dengan begitu potensi kemudahan terbakar bisa dikurangi," sebut Danlanud, Senin (30/1/2017) siang.

Dan seperti biasanya, TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin juga akan menyiapkan tim untuk melakukan water bombing (Bom air) di titik lahan yang terbakar. Ini upaya bila ke depan terdapat area yang terbakar.

"Di 2017, kondisi kering akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya di Riau, jadi harus ada strategi yang disesuaikan dengan iklim dan cuaca. Ini sinergitas bersama untuk menjaga Riau bebas asap," pungkasnya. ***
loading...