PEKANBARU - Pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Am, pria 62 tahun yang meregang nyawa diduga dianiaya usai digerebek langsung oleh istri sirinya saat tengah berselingkuh.

Menurut hasil pemeriksaan Medis terhadap jasad Am, ditemukan sejumlah resapan darah pada beberapa bagian tubuh, memar serta luka lecet. Itu disampaikan oleh Kasubbid Dokpol Biddokes Polda Riau Kompol Supriyanto, saat berbincang dengan GoRiau.com.

Lebih rinci, resapan darah ini ditemukan pada selaput bola mata sebelah kiri korban, kemudian memar pada tangan, luka lecet bagian (Alat) vital serta resapan darah pada otot leher. "Diduga, resapan darah pada oto leher tersebut akibat kekerasan tumpul," ungkap Kompol Supriyanto.

Pertanyaannya, kekerasan fatal apa yang dialami Am hingga membuat lelaki tersebut meregang nyawa? "Sebab meninggalnya, diduga akibat kekerasan tumpul pada leher, hingga menyebabkan mati lemas," urai dia secara umum, sesuai hasil pengecekan pihak RS Bhayangkara.

Ads
Kekerasan tumpul yang ditemukan di leher Am bisa saja disebabkan beberapa hal, salah satu misalnya akibat dicekik. "Kemungkinan itu sangat besar," pungkasnya.

Dalam kasus ini, enam orang diamankan aparat berwajib, yakni istri Siri korban berinisial SP, anak tirinya AD serta empat orang berinisial YD, ES, Al dan W. Mereka berenam lah yang diduga ikut mengerebek Am dengan selingkuhannya di kamar sebuah bengkel Jalan Kubang Raya.

SP sendiri mengaku nekat menggerebek suaminya lantaran sakit hati karena sudah tidak diperhatikan. Selain itu Am jarang merespon komunikasi dengan istri sirinya tersebut. Kemudian masalah uang yang dikatakan SP sudah tidak lari diberikan.

Ia juga sudah menduga suaminya punya wanita lain, hingga akhirnya pada Sabtu dini hari kemarin SP dan anaknya serta empat orang lagi menggerebek Am di kamar. Disitulah diduga terjadi penganiayaan. Bahkan korban juga diikat dengan tali plastik, termasuk wanita selingkuhannya tersebut.

Saat polisi tiba, kondisi Am sudah kaku. Benar ternyata, lelaki tersebut sudah tidak bernyawa. ***
loading...