DURI - Sejak 4 tahun silam, SMA Cendana Duri sudah melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasioanal (USBN) Berbasis Komputer. Namun hal ini mungkin menjadi yang perdana bagi sejumlah sekolah yang ada di sekitarnya yakni SMAN 1 Mandau dan SMAN 5 Pinggir.

Selain menghemat anggaran, USBN BK ini kata kepala SMA Cendana Duri, Dra Wiselmi juga meminimalisir terjadinya keterlambatan soal, meminimalisir terjadinya kecurangan, lebih memudahkan siswa dalam pembuatan nama dan pengisian, dan hasil ujiannya akan cepat diketahui. 

"Karena kita sudah tahun ke 4 melaksanakan USBN berbasis komputer, maka sejumlah sekolah SMA datang kemari untuk belajar bagaimana tekniknya," katanya saat pelaksanaan USBN Berbasis Komputer berlangsung di, Rabu (13/3/2019) pagi. 

Sebagai sekolah yang sudah sangat berpengalaman dengan USBN BK ini, SMA Cendana juga dengan senang hati menerima kunjungan dari sekolah lainnya yang ingin belajar dan mengetahui sistem ujian yang sangat menghemat badget. 

"Jadi selama ini hingga tahun keempat USBN berbasis komputer, kita belum temukan kendala saat anak-anak melaksanakan ujian. SMA Cendana Duri memiliki sarana yang lengkap, listrik yang selalu menyala dan jaringan yang bagus," sebut Wiselmi lagi.

Sekolah yang berada di Komplek Krakatau PT Chevron Pasifik Indonesia, Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau ini terkenal banyak prestasi. Tidak hanya prestasi non akademik, tapi prestasi akademik juga sering diraih oleh siswa-siswinya.

Hebatnya lagi, sekolah yang masih membuka pendaftaran untuk siswa baru ini juga menerima anak berkebutuan khusus. Mereka belajar dengan metode yang sama dengan siswa biasa dan dibimbing khusus dalam menekuni bakatnya. 

"Jadi ada anak berkebutuhan khusus dari SMA Cendana Duri yang diterima di Universitas, IPK nya saja bisa mencapai 3,7. Dia memilih jurusan elektro karena hobinya dengan robotik," kata Wiselmi.

Pendaftaran peserta didik baru juga masih ada diskon untuk anak-anak berprestasi tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. "Ada diskon uang pangkal dari 30 persen hingga 50 persen. Bahkan yanv berprestasi, pintar tapi tidak mampu, kita gratiskan uang SPP nya," sebut Wiselmi lagi.***