JAKARTA - Pengamat politik dan pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai bahwa safari politik yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertujuan untuk mengamankan suara masyarakat.

Hendri menilai langkah ini untuk kembali mengarahkan PKS menuju ke 'tengah' setelah ada rencana untuk membentuk Poros Islam.

"Nah, kemarin poros partai islam dengan PPP ini buyar ini dan mereka berusaha kembali ke tengah untuk tingkatkan elektabilitas, makanya ketemu demokrat, ketemu PDIP kemarin, dan akan ketemu Golkar," kata Hendri.

Selain itu, dosen komunikasi politik di Universitas Paramadina ini juga mengemukakan bahwa PKS memang sedang dalam upaya untuk meningkatkan elektabilitasnya dengan melakukan beberapa perubahan.

"Kalau PKS ini kan mereka baru saja ganti logo, ganti hymne dan lakukan pendekatan dari kanan menuju ke tengah sehingga bisa dapat tambahan kursi dan elektabilitasnya naik," kata Hendri.

Sementara itu, Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, safari Politik yang dilakukan PKS adalah bagian dari "Tes Ombak" jelang pemilu 2024.

"Semacam tes ombak saja. Ini bagian dari konsolidasi jelang 2024 untuk amankan diri masing-masing. Itu silaturahmi politik biasa untuk pemanasan 2024," ujar Ujang Komarudin saat dihubungi GoNews.co, Kamis (29/4/2021).

Saat ditanya apakah safari Politik PKS adalah bagian atau upaya agar wacana Jokowi tiga periode tidak terjadi, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar ini tidak mau berandai-andai. Namun begitu kata Ujang, wacana Jokowi tiga periode adalah bagian dari kekuasaan melawan rakyat.

"Jokowi tiga periode itu bentu kekuasaan yang melawan kehendak rakyat. Mengangkangi konstitusi dan wajib ditolak," tandasnya.

Berbeda dengan pengamat politik Suparji Ahmad, Ia menilai safari Politik PKS adalah bagian dari konsolidasi yang menyangkut masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan.

"Safari politik penting dilakukan parpol dalam rangka sinergi mengatasi masalah bangsa, misalnya mengatasi pandemi Covid-19," ujarnya saat dihubungi GoNews.co.

Menurut Suparji Ahmad, safari Politik PKS ke Demokrat, PPP, PKB dan PDIP, tidak membahas soal wacana Jokowi tiga periode. "Sepertinya soal tiga periode ini bukan fokus pembahasan. Karena memang tidak ada dasar hukumnya," jelas Supardi yang juga Pakar Hukum Pidana itu.

Sejauh ini PKS sudah menemui beberapa partai lainnya seperti PPP dan Demokrat. Bahkan, PKS juga sudah bertemu dengan PDIP. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa pertemuannya dengan PDIP bertujuan untuk membangun persatuan.

"Silaturahim Ramadhan PKS dengan PDIP membangun persatuan kekuatan nasionalis dan agamis untuk memajukan negeri,” kata Mardani.

Adapun pertemuan itu berlangsung Senin 27 April 2021 lalu di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, petinggi PKS yang hadir adalah Sekjen PKS Habib Aboe Bakar, Ketua Fraksi Jazuli Juwaini, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Anis Byarawati, Sukamta dan Ecky Awal.

Sementara PDIP yang menerima PKS adalah Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto, Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Zuhairi Misrawi dan Hamka Haq.***