SEPERTI kita ketahui bahwasanya Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin maupun muslimat dimana pun berada. Hal ini yang merupakan seruan bagi umat Islam, karena semua amal kebaikan akan dilipat gandakan, sehingga pada bulan ini akan sering kita temui banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Sungguh kita semua bergembira sepenuh hati dengan datangnya Ramadhan yang penuh berkah. Rasa gembira ini adalah cerminan ketakwaaan yang ada dalam hati kita, karena sejatinya bulan Ramadhan adalah salah satu dari syiar dalam agama kita, yang harus senantiasa kita hormati dan agungkan. Allah SWT berfirman: “Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS Al-Hajj: 32).

Namun apakah persiapan kita dalam menyambut bulan suci ramadhan dengan situasi saat ini. Yah, seiring dengan berjalannya waktu, situasi bangsa kita saat ini sangatlah sulit karena adanya wabah virus Corona atau Covid-19, yang menghantui seluruh umat.

Apakah ini akan menjadi ramadhan yang tidak meriah sepanjang masa atau malah sebaliknya. Di sini penulis akan memaparkan bahwasanya ada hikmah yang Allah SWT berikan kepada kita ketika menjelang ramadhan nantinya dan menjadi ajang merebutkan pahala apabila kita di rumah dan dapat memperbanyak amal ibadah yang mana ramadhan lalu kita tidak memiliki atau tidak mendapatkannnya.

Hadirnya Ramadhan sungguh menjadikan momentum bagi kita untuk membersihkan diri dari segala noda dosa dan kemaksiatan yang tidak kita sadari. Ibaratnya pakaian yang sehari-hari kita pakai, meskipun tidak terkena lumpur atau kotoran yang jelas, tetap saja kita harus mencucinya karena ada debu yang melekat erat. Begitupun diri kita, sekalipun kita tidak menjalani dosa besar, namun tentu saja tanpa kita sadari terkadang ada hal yang kita lakukan menyebabkan noda kecil dalam hati kita, bisa jadi melalui lisan, pandangan, atau bahkan anggota badan kita.

Untuk itu kita sangat memperhitungkan bulan ramadhan pada tahun ini, bukan hanya Covid-19 yang kita pikirkan, tapi bagaimana mensucikan hati di saat adanya kasus yang berjalan  bersamaan dengan bulan suci nantinya. Karena bulan ramadhan tidak dapat kita tunda kehadirannya maka dari itu kembali kita merenungi segala kesalahan dan dosa kita sehingga Allah mendatangkan bencana dan juga datang nyabulan suci Ramadhan bertepatan waktunya.

Covid-19 ini juga merupakan kehendak dari Allah SWT yang tidak bisa kita bendung, yang bisa kita lakukan ialah, menghindarinya dengan cara yang telah diajurkan dokter maupun pemerintah. Untuk itu Allah SWT memberikan cobaan yang besar kepada kita semua karena kebanyakan umat apabila sudah terkena musibah disitulah ia akan mengingat sang pencipta.

Maka dari itu, mari kita menyambut Ramadhan yang penuh berkah dan memikirkan hal apa-apa saja yang akan kita lakukan di bulan suci Ramadhan. Mari kita menikmati bersama sama bulan suci Ramadhan dengan di rumah masing-masing dan tetap waspada akan Covid-19 yang menimpa kita. Tetap berfikir positif dan lakukan hal baik selama kita masih hidup di bumi Allah ini dan jangan lupa bersyukur untuk setiap hari yang kita jalani.

Suasana di tahun ini memanglah berbeda. Tapi itu akan indah ketika kita selalu mensyukuri nikmat Allah dan tetap menjalan kan aktivitas kita sebagai masyarakat maupun hamba Allah. Selagi kita bernafas dan bisa memijkakan kaki di bumi Allah ini  maka tidak ada kata mengeluh untuk bisa berbuat apapun itu yang kita inginkan.

Pada akhirnya meski bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk bertobat kepada Allah, bukan berarti kita melakukan kebajikan hanya di bulan ini saja, tapi dibulan-bulan yang lain pun kita harus tetap selalu melakukan kebaikan, karena kita tak tau kapan ajal menjemput kita. Semua telah ditaqdirkan Allah. Untuk berjaga-jaga dari itu semua, sudah sepatutnya kita harus selalu dekat dengan-Nya dan selalu dalam kondisi mengingat-Nya. ***

* Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Riau