PEKANBARU - Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru, Firmansyah meminta semua pihak menahan diri terkait pro kontra yang ada saat ini, hingga berujung pada deklarasi penolakan kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Pekanbaru.

Dikatakan Firmansyah, suasana kondusif di Riau hendaknya bisa dipelihara oleh semua pihak, supaya negeri Melayu yang terkenal santun bisa damai dan tenang.

"Kita-kita ini kan punya pandangan yang berbeda-beda, jadi kita harus saling menghargai, jangan saling mengklaim paling benar," kata Firmansyah kepada GoRiau.com, Selasa (24/11/2020).

Firmansyah menambahkan, karena perbedaan pandangan ini hendaknya jangan ada pihak yang merasa paling benar, apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang. "Jaga diri, jaga sikap dan jaga kedamaian. Kebijaksanaan dalam bermedia sosial juga harus diterapkan, harus di filter," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 45 Organisasi di Riau menyatakan penolakannya terhadap kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Kota Pekanbaru karena dinilai berpotensi menciptakan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Riau, Rusli Ahmad mengatakan, sebanyak 45 Organisasi lintas agama, suku, daerah, dan Cipayung sepakat untuk tidak menerima kedatangan HRS di Bumi Lancang Kuning.

"Dengan adanya deklarasi ini, artinya kita sudah melihat ceramahnya itu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, supaya tidak terjadi perpecahan nanti, harapan kita jangan sampai dia datang kesini," kata Rusli kepada GoRiau.com, Senin (23/11/2020).***


Dikatakan Firmansyah, suasana kondusif di Riau hendaknya bisa dipelihara oleh semua pihak, supaya negeri Melayu yang terkenal santun bisa damai dan tenang.

"Kita-kita ini kan punya pandangan yang berbeda-beda, jadi kita harus saling menghargai, jangan saling mengklaim paling benar," kata Firmansyah kepada GoRiau.com, Selasa (24/11/2020).

Firmansyah menambahkan, karena perbedaan pandangan ini hendaknya jangan ada pihak yang merasa paling benar, apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang. "Jaga diri, jaga sikap dan jaga kedamaian. Kebijaksanaan dalam bermedia sosial juga harus diterapkan, harus di filter," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 45 Organisasi di Riau menyatakan penolakannya terhadap kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Kota Pekanbaru karena dinilai berpotensi menciptakan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Riau, Rusli Ahmad mengatakan, sebanyak 45 Organisasi lintas agama, suku, daerah, dan Cipayung sepakat untuk tidak menerima kedatangan HRS di Bumi Lancang Kuning.

"Dengan adanya deklarasi ini, artinya kita sudah melihat ceramahnya itu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, supaya tidak terjadi perpecahan nanti, harapan kita jangan sampai dia datang kesini," kata Rusli kepada GoRiau.com, Senin (23/11/2020).***