PEKANBARU - Satuan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika, Kamis (14/3/2019). Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Ditresnarkoba Jalan Prambanan Pekanbaru ini, sebanyak 11,9 kilogram (kg) sabu dan 4.972 butir pil ekstasi dengan berat bersih 1.093,82 gram, dimusnahkan.

Sebelum dilakukan pemusnahan, untuk barang bukti sabu terlebih dahulu dilakukan pengecekan oleh petugas dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru. Hal ini bertujuan guna memastikan keaslian dan kualitas barang haram tersebut.

"Proses pengujian kita lakukan dengan reaksi warna. Pertama menggunakan reaksi simon, kalau positif cairan akan berubah warna biru. Kemudian menggunakan reaksi marqie akan berubah menjadi berwarna jingga," sebut petugas BPOM yang melakukan pengecekan.

Barang bukti sabu-sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air dan ditambahkan cairan pembersih lantai. Sedangkan ekstasi di hancurkan menggunakan blender, lalu dicampur dengan air yang sudah dicampur cairan pembersih lantai.

Sementara itu Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Defrianto mengatakan, barang bukti narkotika ini merupakan hasil tangkapan sejak 22 Februari hingga 4 Maret 2019.

"Barang bukti narkoba yang kita musnahkan ini hasil tangkap dari lima tempat kejadian perkara (tkp), yaitu Siak, Bengkalis, Pekanbaru. Ada juga tiga tkp di Jalan Kubang Raya, Hotel Tjokro dan Jalan Yos Sudarso depan Hawai Swalayan," ungkap Defrianto.

Untuk barang bukti sabu-sabu dan ekstasi senilai 10 miliar tersebut diamankan dari sebelas orang pelaku, dengan jaringan yang berbeda. Namun dari kemasan yang ditemukan dikatakan masih berasal dari Malaysia.

"Mereka ini dari jaringan yang berbeda, tapi sama-sama kita liat tadi bungkusnya masih sama dengan yang sebelumnya. Barang (narkoba) kita duga masih dari begara seberang," tutup Defrianto. ***