PANGKALAN KERINCI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus melakukan upaya agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih efektif. Salah satunya adalah dengan sosialisasi program KUR di darah.

Kepala OJK Provinsi Riau, Yusri, Kamis (14/3/2019) mengatakan, OJK sudah berinisiatif dalam mendorong program KUR. Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Jadi, bagaimana agar pelaku usaha ini bisa berhubungan dengan lembaga keuangan formal seperti perbankkan atau lembaga keuangan yang berizin," katanya.

Menurutnya, pemerintah menargetkan minimal 75 persen masyarakat sudah terlayani lembaga keuangan formal pada akhir tahun 2019.

"Kami bersama Bank Riau Kepri dan lembaga keuangan lain, mengundang para pelaku UMKM terkait kredit usaha rakyat," ungkapnya.

Penyaluran KUR, sebut Yusri, hanya dengan bunga 7 persen yang sebelumnya dikenakan sebesar 20 persen. Pihaknya mensosialisasikan asuransi tanaman padi dan ternak sapi.

"Ini 80 persen preminya disubsidi oleh pemerintah, petani hanya membayar Rp 38 ribu per masa panen. Sehingga jika terjadi gagal panen akan dibayar oleh asuransi dengan ganti rugi Rp 6 juta per hektar," tandasnya kepada GoRiau, usai acara sosialisasi di gedung daerah Pangkalan Kerinci.

Acara sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati Pelalawan, H Zardewan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan Kabupaten Pelalawan, Fakhrizal serta Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Pangkalan Kerinci, Faizal Syamri.*