PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Pelalawan memastikan 'diri' untuk mengambil alih pengelolaan minyak dan gas bumi (migas) di Blok Kampar. Hal itu terkait akan berakhirnya masa pengelolaan puluhan sumur minyak di Blok Kampar yang saatini masih dikelola oleh PT Medco.


"Yang pasti kami tidak mungkin memberikan rekomendasi untuk memperpanjang pengelolaan sumur minyak itu pada PT Medco. Soalnya rencananya kita dari Pemda yang akan meneruskan pengelolaan sumur minyak itu dengan menggandeng pihak ketiga. Saat ini, kita sudah dalam tahap MoU (nota kesepahaman)dengan pihak ketiga itu," kata Kadistamben dan Sumberdaya Air Kabupaten Pelalawan Ir HT Mukhtarudin pada media, Kamis (15/8/2013).


Mukhtarudin mengatakan bahwa untuk masa berlaku izin pengelolaan sumur minyak yang dikelola oleh PT Medco selama ini memang akan berakhir pada bulan November tahun 2013 ini. Dan sampai saat ini, jumlah sumur yang aktif setelah dilakukan pendataan diperkirakan mencapai 80 sumur minyak yang ada di Kabupaten Pelalawan.


"Izin mereka itu akan berakhir bulan November tahun ini, dan sumur minyak yang aktif saat ini diperkirakan mencapai lebih kurang 80 sumur. Jadi sesuai rencana awal, dipastikan kalau yang akan mengelola sumur itu adalah kita dengan menggandeng pihak ketiga yangpaham soal pengelolaan masalah minyak," ungkapnya.


Disamping itu, sambungnya, pengelolaan sumur minyak Blok Kampar ini nantinya bukan hanya Kabupaten Pelalawan saja yang akanmengelola sendiri sumur minyak peninggalan perusahaan milik Arifin Panigoro itu, melainkan kabupaten tetangga yakni Kabupaten Inhujuga akan mengelola sumur minyak itu. "Soalnya, waktu masa berlaku izin pengelolaannya juga habisnya sama dengan Kabupaten Pelalawan," tandasnya.


Menyikapi masalah habisnya izin PT Medco dalam mengelola sumur minyak Blok Kampar ini, ternyata memang kedua kabupaten sudah sepakat tidak akan memberikan izin perpanjangan. Apalagi sebelumnya Bupati Inhu Yopi Arianto dengan Bupati Pelalawan HM Harris sepakat akan bekerja sama untuk mengelola sumur minyak itu bekerjasama dengan pihak ketiga.


"Yang jelas kalau untuk masalah ini, Kabupaten Inhu dengan Pelalawan sudah sepakat bekerja sama dan bahkan sudah teken MoU untuk mengelola sumur minyak di Blok Kampar itu. Dengan harapan, hal ini nantinya akan bisa menambah pendapatan untuk PAD dari sektorMigas, sehingga dengan begitu akan berdampak positif terhadap pemerataan pembangunan di Pelalawan dan Inhu," pungkasnya.(ilm)