BENGKALIS-Tim Opsnal Satreskrim Polres Bengkalis berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap anak di bawah umur hingga menyebabkan meninggal dunia. Pelaku tak lain orang tua kandung korban dan laki laki selingkuhan ibunya.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, ketika dikonfirmasi membenarkan mengamankan dua orang diduga pelaku penganiayaan yang sedang viral di medsos itu. Akan tetapi belum menjabarkan secara rinci identitas maupun motif pelaku tega menganiaya balita hingga tewas itu.

"Sudah diamankan, masih dikerjakan nanti akan dirilis," ujarnya singkat, Rabu (28/4/2021). 

Pihak keluarga korban berharap aparat penegak hukum di Kabupaten Bengkalis agar menuntut pelaku dengan hukuman mati ataupun seumur hidup.

Menurut Ice, bibik korban, setelah mendapatkan kabar tersebut ibundanya (nenek korban) mengalami shock dan menangis histeris.

"Pesan mama saya, ia tidak terima kalau ibu korban hanya dituntut rendah. Kalau bisa tuntut seumur hidup atau hukuman mati," ungkap Ice yang berdomisili di Kelimantan Tengah.

Atas kasus penganiyaan yang menyebabkan ponaannya meninggal dunia, dia berharap aparat penegak hukum tidak memberikan kelonggaran terhadap kedua pelaku atau tersangka.

"Jangan berikan kelonggaran hukuman, kalau bisa hukuman mati. Karena anak sekecil itu kok tega banget mereka menyiksa dan membunuhnya," kesal Ice lagi.

Bocah berumur 2 tahun itu dibawa kabur ibu kandungnya dari Tebing Tinggi Sumatera Utara bersama selingkuhannya usai perayaan Imlek. Kedatangan Yeni dari Tebing Tinggi hanya untuk ketemu selingkuhan berinisial AP di Bengkalis yang dikenalnya lewat Facebook.

Setelah berada di Bengkalis, sekitar dua bulan lebih, bocah mungil berjenis kelamin perempuan itu mendapat penyiksaan dengan luka lebam dan luka bakar api rokok hingga meninggal di RSUD Bengkalis pada Minggu, (25/4/2021).***