SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Keuangan Daerah sangat optimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak di masa Pandemi Covid-19 mencapai target. Hingga Oktober 2020, PAD Siak sudah mendekati target yakni Rp234.410.289.109 dengan realisasi Rp 209.490.425.185 atau 89.37 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Siak, Muzamil mengatakan menyebutkan PAD tertinggi itu dari pajak daerah dengan target awal Rp 106.700.000.000,- setelah perubahan Rp 99.542.195.716,- dengan realisasi mencapai Rp 95.209.077.391 atau 95.65 persen.

"Dari sektor pajak penerangan jalan yang paling tinggi. Target Rp 72,6 miliar kemudian dilakukan perubahan menjadi Rp 66.5 miliar dan realisasinya sekarang sudah Rp 62,16 miliar atau 93.37 persen. Ini dari PLN dan non PLN," ujar Muzamil kepada GoRiau.com, Jumat (13/11/2020).

Muzamil menyebutkan, meski situasi pandemi Covid-19 ini berdampak pada perekonomian semua orang, kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan masih tinggi. Itu terbukti dengan realisasi PAD dari sektor PBB Perdesaan dan Perkotaan.

"Target awal itu Rp23 miliar, kemudian dilakukan perubahan menjadi Rp22 miliar dan realisasinya hingga Oktober sudah Rp21.372.482.358 miliar atau 97.15 persen," kata Muzamil.

Masih dari keterangan Muzamil, PAD dari sektor retribusi daerah realisasinya juga sudah mendekati 100 persen. Dari target Rp16.688.572.000 sudah tercapai 16.623.133.974 atau 99.61 persen.

"Ini bisa tercapai 100 persen jika masuk November. Dari retribusi ini PAD tertinggi itu dari bidang air bersih Rp9 miliar realisasinya sudah Rp 8.631.663.961 atau 95.91 persen," kata Muzamil lagi.

Muzamil juga tidak menampik, jika PAD dari perhotelan sangat terkena dampak Pandemi Covid-19. Terjadi penurunan yang sangat signifikan dari target Rp 725 juta dan perubahan menjadi Rp200 juta, realisasinya baru Rp150 juta atau 75 persen. 

"Sementara untuk restoran atau rumah makan yang awalnya ditargetkan Rp4,2 miliar dilakukan perubahan menjadi Rp2,75 miliar dan realisasinya sudah Rp2,4 miliar atau 90.28 persen. Demikian. Juga untuk retribusi dari Pariwisata, target awal Rp 2miliar diturunkan menjadi Rp900 juta karena objek wisata ditutup selama pandemi Covid-19. Dan realisasinya baru Rp414 juta atau 45.04 persen," tuturnya. ***