BANGKINANG - Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat atau NasDemtelah mengeluarkan rekomendasi dua nama untuk mengisi kursi Wakil Bupati Kampar yang lama kosong.

Informasi terkait rekomendasi DPP itu disampaikan Ketua NasDem Kabupaten Kampar, Syamsul Muhkamar, Selasa (10/11/2020).

"DPP Partai NasDem telah mengeluarkan rekomendasi dua nama untuk calon Wakil Bupati Kampar yang akan mendampingi Bupati Catur Sugeng Susanto. Pertama, Ahmad Fikri dan kedua Surya Darmawan," ujar Syamsul Muhkamar.

Syamsul Muhkamar menyebut keluarnya surat rekomendasi DPD NasDem ini merupakan mekanisme yang berlaku di internal Partai NasDem.

Kata Syamsul, makanisme ini juga menunjukkan kalau proses pembahasan Wabup di internal Partai Nasdem berjalan serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan elit di Nasdem sendri.

"Buktinya, dua nama yang direkom DPP bukan kader NasDem. Ini sesuai kebutuhan internal koalisi agar prosesnya bisa cepat berjalan. Padahal, dari awal DPD merekom dua nama kader melalui pleno partai. Pertama ada nama saya sendiri dan ada nama pak Haji Sopyan. Tapi toh yang direkom adalah Ahmad Fikri dan Surya Darmawan," ungkap Syamsul.

Dijelaskan Ketua NasDem itu, DPD NasDem sebelumnya telah mengirim lima nama ke DPP untuk untuk mendapatkan rekomendasi dari Jakarta. Kelimanya adalah Syamsul Muhkamar, H. Sopyan, Surya Darmawan, Ahmad Fikri serta Afrizal. Namun, kemudian, nama Surya Darmawan dan Ahmad Fikri lah yang mendapat rekom dari DPP.

Surat rekomendasi Wabup dari DPP Partai NasDem ini bernomor 020-SE/DPP-NasDem/X/2020 tertanggal 2 Oktober 2020. Ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jendral Jhoni S Plate di Jakarta. Surat ini ditujukan ke Ketua DPRD Kabupaten Kampar.

Munculnya nama Surya Darmawan direkomendasi DPP NasDem ini seolah mengamini aspirasi masyarakat Kampar yang sejak awal munculnya nama Surya Darmawan sebagai kandidat Wakil Bupati Kampar mendapat sambutan cukup baik dari publik. Setidaknya dukungan ini dapat dilihat dari banyaknya warganet di jagat maya yang menyambut baik munculnya nama Surya menjadi pengisi kursi Wakil Bupati Kampar.

Beberapa tokoh masyarakat pun juga turut mendukung Surya Darmawan. Namun, prosesnya kemudian menjadi rumit dan hingga kini belum juga masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk dipilih sesuai mekanisme yang berlaku di gedung legislatif.

Kembali munculnya nama Surya Darmawan pada rekomendasi DPP NasDem ini, juga semakin menguatkan dukungan tiga partai lain terhadap Surya Darmawan dan NasDem sendiri sejak awal telah condong terhadap Surya.

Direkomnya nama Ahmad Fikri oleh DPP NasDem bersama Surya Darmawan cukup mengejutkan, pasalnya Ahmad Fikri yang merupakan politisi senior Partai Golkar justru direkom partai NasDem di saat terakhir. Dari awal banyak yang memprediksi hanya akan ada nama Surya Darmwan dan Syamsul Muhkamar atau Afrizal putra almarhum Azis Zaenal yang akan mendapatkan rekomendasi DPP NasDem. Tapi faktanya kini, nama Ahmad Fikri justru yang muncul.

Diakui Syamsul, partainya dari awal condong untuk mendukung Surya Darmawan. Salah satu alasan mereka condong ke Surya adalah untuk merespon aspirasi partai koalisi lain yang mana mayoritas partai juga telah lebih dahulu condong untuk mendukung Surya. Kedua, Surya menurutnya adalah kandidat yang paling inten menjalin komunikasi dengan kawan-kawan koalisi. Dan menjalin komunikasi yang inten itu dipandang Syamsul bentuk keseriusan seseorang dalam mendapatkan jabatan politik sehingga layak pula untuk mereka dukung.

Adapun munculnya nama Ahmad Fikri sebut dia juga dalam kerangka untuk merespon aspirasi yang berkembang di internal koalisi. NasDem berharap, pasca direkomnya nama Ahmad Fikri proses pemilihan wabup ini bisa segera mengalami progres yang signifikan sehingga bisa masuk ke DPRD untuk dibahas Panitia Pemilihan (Panlih).

NasDem sendiri dalam proses pengisian Wabup baik di internal mereka maupun di lingkup koalisi adalah satu dari enam partai koalisi yang paling terbuka memberi informasi ke publik. Para wartawan mudah untuk menggali informasi dari partai yang memiliki jargon "Restorasi Indonesia" ini dibanding ke partai lain.

Menurut Syamsul, keterbukaan partainya dalam proses ini membuktikan jargon NasDem dengan politik tanpa mahar selalu berupaya mendorong proses politik yang bermartabat demi kepentingan yang lebih luas, yakni kepentingan publik. Dalam soal kekosongan wabup ini, Syamsul mengakui, espektasi publik di Kampar cukup kuat agar kekosongan ini bisa segera diakhiri. Sehingga Partai NasDem memandang aspirasi publik adalah sesuatu yang besar sehingga partai harus mengakomodir aspirasi itu.

Pasca ditetapkannya dua nama ini apakah kemudian, proses pemilihan dan pengisian kursi Wakil Bupati Kampar akan semakin mulus menuju babak akhir, atau malah menjadi tambah rumit? Layak kita tunggu. ***