PEKANBARU - Sejumlah karyawan PT Cahaya Gemerlap Anugrah Abadi (CGAA) melaporkan perusahaan tempat mereka bekerja kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau. Pasalnya, perusahaan yang mereka laporkan ini sudah tidak membayarkan gaji selama tiga bulan beserta tunjangan hari raya (THR) Hari Raya Idul Fitri kemarin.

Salah satu pekerja, Rocky Guna Putra mengatakan, bahwa ia dan beserta 19 teman lainnya sudah tiga bulan tidak digaji oleh perusahaan PT CGAA yang merupakan sub kontraktor PT HKI dan saat ini memiliki kantor cabang di Seksi III, Seksi V dan Seksi VI di lokasi pembangunan proyek Tol Pekanbaru-Dumai tersebut.

"Perusahaan terhitung sudah tidak melakukan pembayaran gaji atau upah pekerja baik di lokasi proyek maupun di pusat terhitung sejak bulan April, Mei, dan Juni serta tidak melakukan pembayaran THR," kata Rocky kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Sabtu (27/7/2019).

Di samping itu, beber Rocky, PT CGAA selalu melakukan pemotongan gaji dan upah setiap bulannya kepada beberapa karyawannya untuk pembayaran BPJS ketenagakerjaan. Namun hingga saat ini karyawan bersangkutan tidak menerima kartu BPJS ketenagakerjaan tersebut dengan alasan belum dibayarkan kepada pihak BPJS.

"Kami selaku pihak pekerja telah berupaya melakukan negosiasi dengan jajaran direksi perusahaan terkait permasalahan ini, namun hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk melunasi tunggakan mereka kepada pekerja," kata Rocky yang telah melayangkan surat pengaduan kepada Disnakertrans Riau tersebut.

Selain itu, salah satu mantan pekerja PT CGAA, Novita juga mengeluhkan hal yang sama. Di mana, selama delapan bulan kerja di sana, ia belum menerima gaji April dan Mei. Bahkan, aset pribadinya yang berupa satu buah laptop Asus lenyap karena disita supplier karena pihak PT CGAA tidak membayar hutang kepada supplier.

"Saya melaporkan bahwa hak-hak saya berupa gaji dari bulan April-Mei belum dibayar, BPJS ketenagakerjaan yang tiap bulan di potong dari gaji dan THR beserta reimbursement dan aset pribadi saya yaitu berupa satu buah laptop asus yang di sita oleh supplier karena pihak PT Cahaya Gemerlap Anugrah Abadi tidak membayar hutang kepada suppiler," kata Novita.

Sebelum ia resign pada tanggal resign 31 Mei 2019, Novita mengaku sempat dijanjikan akan ada pembayaran pada tanggal 30 Mei, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

"Saya sudah mengajukan untuk pembayaran dicicil tapi dari manajemen tidak memberikan sampai sekarang. Begitu pun dengan staff yang masih aktif dan ex staff. Saya dan teman-teman merasa dirugikan. Saya dan teman teman pun butuh uang," keluhnya.

Sementara itu, pihak Disnakertrans Riau pun membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat aduan dari pekerja PT CGAA tersebut.

"Surat perihal pengaduan penunggakan gaji pekerja (PT CGAA) sudah kami terima, sudah turun ke pengawasan tanggal 17 Juli 2019 lalu. Sekarang sedang ditindaklanjuti bidang pengawasan," kata Kepala Disnakertrans Riau, Rasidin Siregar. ***