SIAK SRI INDRAPURA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kabupaten Siak dalam waktu dekat akan menyalurkan Zakat Tahap I tahun 2019, dengan jumlah dana mencapai Rp 1.565.304.855. Dana zakat tersebut rencananya disalurkan kepada para mustahik yang tersebar di 14 Kecamatan se Kabupaten Siak, Riau.

Hal tersebut dikatakan Ketua BAZNAS Kabupaten H Abdul Rasyid Suharto Pua Upa melalui Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian Zakat Dadang Saputra di Siak Sri Indrapura Selasa (12/3/2019).

"Dana zakat yang akan kita salurkan pada Tahap I  ini merupakan hasil pengumpulan sejak Bulan Januari hingga akhir Februari 2019, sesuai dengan cut off dari masing masing UPZ kecamatan, kampung, perusahaan dan UPZ masjid yang ada di Kabupaten Siak," kata Dadang.

Dadang juga menyebut pola rencana penyaluran zakat tersebut terbagi dalam dua skema yaitu pola produktif 70 persen dan pola konsumtif sebanyak 30 persen.

Ads
'Untuk pola produktif akan kita salurkan kepada mustahik yang mengembangkan usaha seperti Peternak lele, usaha pertanian dan UMKM, sedangkan untuk pola konsumtif berupa dana zakat tunai akan diserahkan langsung kepada mustahik untuk membantu meringankan biaya hidup mereka," jelasnya. 

Pola produktif dan konsumtif ini lanjut Dadang merupakan bagian dari program Baznas Siak Sejahtera dan Siak Peduli. Selain program tersebut, Baznas Siak juga melaksanakan program Siak Cerdas, Siak Terang dan Siak Religi. 

"Untuk Siak Cerdas kita telah memberikan berbagai bentuk beasiswa kepada para pelajar dan mahasiswa yang orang tua mereka kurang mampu dan termasuk kedalam kategori Asnaf Fii Sabilillah" jelasnya. 

Sementara untuk Siak Terang, kata Dadang program ini merupakan bantuan pembiayaan pemasangan instalasi dan meteran listrik kepada para mustahik yang belum mampu menikmati aliran listrik" sebutnya. 

Sedangkan untuk program religi, Dadang menjelaskan Baznas Siak telah menyiapkan dana untuk membiayai para Dai seperti Dai mukim.

"Termasuk juga membiayai da'i yang berdakwah di pelosok untuk mendidik dan mengajarkan pengetahuan agama kepada masyarakat, terutama masyarakat yang rawan aqidah," tutupnya.***