PEKANBARU - Dua orang pemuda berinisial MI (19), dan ZA (19), yang melakukan aksi jambret sadis dan telah beraksi sebanyak 27 kali di Kota Pekanbaru akhirnya ditangkap. Namun sebelum ditangkap, mereka terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan kepada petugas dari Polsek Tampan.

Awal penangkapan kedua pelaku, setelah Polsek Tampan menerima laporan, kalau ada dua orang wanita yang dijambret hingga terjatuh dan mengalami luka-luka, pada hari Sabtu (21/11/2020), saat melintas di Jalan Bangau Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Atas laporan itulah Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita mengerahkan Tim Opsnal, untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang diketahui ada dua orang.

Hingga akhirnya, pada hari Minggu (22/11/2020), tim opsnal mendapatkan informasi keberadaan pelaku yang berinisial MI. Dan Ia ditangkap sekitar pukul 03.00 WIB. Lalu dari penangkapan pelaku MI, petugas melakukan pengembangan kurang lebih 7 jam, dan akhirnya menangkap ZA dihari yang sama pada pukul 10.00 WIB.

Setelah ditangkap, kedua pelaku masih berusaha melakukan pelarian, dan melawan kepada petugas kepolisian. Hingga akhirnya, petugas terpaksa menembak kaki kedua tersangka.

"Kedua tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur, karena pada saat akan dilakukan pengembangan, keduanya berusaha kabur dengan cara melawan hingga bergumul dengan petugas," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, melalui Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita, saat ekspos di Mapolsek Tampan, Selasa (24/11/2020).

Setelah keduanya dibawa ke Mapolsek Tampan, dan diintrogasi, ternyata mereka memang spesialis jambret di Kota Pekanbaru. Ambarita merincikan, tersangka berinisial MI, sedikitnya sudah 24 kali beraksi, dan ZA sudah tiga kali di wilayah hukum Polresta Pekanbaru.

"Jadi sasaran mereka ini handphone dan tas, terutama pada korban wanita. Mereka menggunakan uang hasil menjambret untuk membeli sabu, dan saat di test urinenya keduanya positif menggunakan narkoba," tutup Ambarita. ***