BANDUNG - Achmadi (40) dan Oki Marsuki (51), asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terancam hukuman mati setelah ditangkap karena membawa 10 kg narkoba jenis sabu.

Tersangka Achmadi dan Oki ditangkap personel Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, tepatnya di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (7/11/2020). Penangkapan dipimpin oleh Kasubdit 2 Ditres Narkoba AKBP Herryanto.

Direktur Ditres Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Rudy Achmad Sudrajat mengatakan, kedua tersangka diduga anggota jaringan jaringan narkotika antarprovinsi yang kerap memasok narkoba dari Pekanbaru, Riau; Palembang, Sumsel; Jakarta; Jawa Barat; dan Jawa Timur.

Kronologi penangkapan, kata Direktur Ditres Narkoba, berawal dari informasi akan ada dua kurir mengirim sabu-sabu dari Riau menggunakan truk nopol W 9812 NV. Personel Subdit 2 Ditres Narkoba Polda Jabar lalu melakukan penyelidikan intensif sejak 1 Oktober 2020 lalu.

''Tim melakukan undercover (penyamaran) dan survilance (pengintaian) di beberapa titik, seperti Pekanbaru, Riau; Bayunglincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel; Pelabuhan Bakauheni, Lampung; Pelabuhan Merak, Banten; Jakarta; Jabar, dan Jatim," kata Direktur Ditres Narkoba didampingi Kasubdit 2 Ditres Narkoba AKBP Herryanto dalam konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020).

Pada Sabtu 07 November 2020 sekitar pukul 08.30 WIB, ujar Kombes Pol Rudy, dua kurir narkoba Achmadi dan Oki ditangkap 20 personel Subdit 2 Ditres Narkoba Polda Jabar di GT Cikampek Utama.

Tersangka Achmadi warga Kampung Patemon Barat, Desa Patemon, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan Madura, Jawa Timur berperan sebagai sopir truk W 9812 NV. Sedangkan Oki, warga Dusun Berguh Desa Poter, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur, sebagai kernet truk. ***