SELATPANJANG, GORIAU.COM - Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawangsa tanggal 5 Maret 2015 lalu datang ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Waktu itu Khofifah sempat dibawa blusukan oleh Bupati Kepulauan Meranti ke salah satu desa miskin di Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir.


Saat itu pula, disamping blusukan, Khofifah dan Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi juga sempat berdialog langsung dengan masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Desa Sokop terkait berbagai permasalahan sosial yang dihadapi. Kemudian juga dilakukan penyerahan sejumlah bantuan mulai dari dana rehabilitasi rumah tidak layak huni, alat penerangan genset hingga bantuan pendidikan serta alat olahraga.


Pada kesempatan itu juga, Menteri Khofifah mengunjungi keluarga pasangan Hasyim-Yati dengan jumlah anggota keluarga 8 orang, keluarga ini merupakan penerima dana Keluarga Harapan sebesar 2 juta rupiah pertahun. Dalam bincang santai dirumah sangat sederhana Menteri bertanya jumlah bantuan dan kartu apa saja yang telah diterima. Didapati, ternyata Yati dan masih banyak keluarga miskin belum mengerti kegunaan kartu 'Sakti' Perlindungan Sosial, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar meskipun telah memilikinya. Disini Menteri minta kepada para petugas TKSK untuk melakukan pendataan dan pengawasan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02052015/mensos2jpg-2041.jpg
Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi dengan Mensos RI Khofifah Indar Parawangsa meniti jembatan di Sokop Meranti.

Kata Khofifah pula, ia ingin memaksimalkan manfaat kartu 'sakti', dimana dari laporan yang diterima tak sedikit masyarakat yang harusnya menerima tapi tak dapat begitu juga sebaliknya. Padahal kartu yang bertujuan untuk mencibtakan keluarga sejahtera Indonesia itu memliki manfaat yang luar biasa. "Pemilik kartu Indonesia sehat jika sakit mendapat perawatan dan obat-obatan gratis," ujar Khofifah.


Masyarakat miskin pemegang kartu KKS, jika memiliki balita mendapat bantuan 1 juta pertahun, Khusus pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) keluarga miskin yang memiliki anak usia sekolah 7-18 Tahun, mendapat bantuan biaya pendidikan tingkat SD Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu dan SMU 1 juta rupiah pertahunnya. Selain itu bantuan gizi dan kalori untuk keluarga miskin disalurkan melalui beras miskin (Raskin).


"Kami meminta peran Kades apakah masyarakat penerima KKS benar-benar memperoleh manfaat," harap Khofifah.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02052015/mensos3jpg-2040.jpg
Mensos RI Khofifah Indar Parawangsa didampingi Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi saat menggelar dialog dengan masyarakat suku akit Sokop Meranti

Sementara dalam dialog bersama tokoh masyarakat dan Komunitas Adat Tertinggal (KAT) di Desa Sokop, Mensos Khofifah membantu 50 unit rehap rumah tidak layak huni menjadi layak huni senilai Rp500 juta, Bantuan Rp50 juta untuk Komunitas KAT, 3 unit Genset, alat peraga pendidikan dan olahraga, Raskin sebanyak 114 ton.


Selain itu dari usulan masyarakat setempat, Menteri berjanji akan membangun MCK di tiap rumah. "Nanti kita akan membangun MCK ditiap rumah," ucap Menteri.


Sebenarnya, sebelum Khofifah, ada beberapa Menteri bahkan Presiden RI Ir Joko Widodo yang juga datang ke Meranti. Uniknya lagi, semua petinggi negeri ini dibawa ke daerah terpencil (pelosok). Seperti, Menteri Kehutanan RI Siti Nurbaya datang ke Meranti dengan titik tujuan Desa Sungai Tohor Tebingtinggi Timur. Kemudian Menteri Siti Nurbaya kembali datang ke Kepulauan Meranti sama-sama dengan Presiden RI, kali ini juga masih di Sungai Tohor.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02052015/mensos4jpg-2039.jpg
Mensos RI Khofifah Indar Parawangsa menggendong anak warga suku akit Sokop Meranti.

Kemudian datang pula Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Rabu (4/5/2015). Waktu itu, Mentan dibawa panen raya untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat petani. Amran dibawa ke Desa Bina Maju Rangsang Barat. Kemudian barulah Mensos Khofifah tiba di Meranti, Kamis (5/4/2015). Pun Khofifah mengalami hal yang sama yaitu pergi ke daerah terpencil yang merupakan tempat tinggal KAT di Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir.


Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, mengatakan sengaja membawa menteri dan Presiden RI ke pelosok daerah Meranti, agar petinggi negeri itu bisa mengetahui sebenarnya seperti apa kondisi kabupaten termuda se Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu. "Jadi, dengan mereka telah melihat langsung kondisi daerah kita, diharapkan kedepannya bantuan yang diberikan untuk Meranti akan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal pula untuk masyarakat Meranti," kata H Irwan. ***