SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Jaksa Agung Muhamad Prasetyo begitu terkisima melihat peninggalan bersejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (26/8/2015).


Bangunan abad 19 yang didirikan Raja Siak XI tahun 1889 yang berada di jantung Kota Siak Sri Indrapura itu memiliki nilai tersendiri bagi Jaksa Agung. Didampingi Bupati Siak Syamsuar, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Susdiarto Agus Praktono dan Kajari Siak Zainul Arifin, Prasetyo dengan serius memperhatikan penjelasan pejabat penjaga istana terhadap semua peninggalan bersejarah yang ada di dalam Istana Siak.


"Ini sangat luar biasa, masih utuh," ujar Jaksa Agung, saat melihat Komet ( alat musik berupa piringan besar dari Jerman) yang ada di salah satu sisi ruangan istana.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02092015/1jpg-2985.jpg
Foto Bersama dengan Mahasiswa KKN Kebangsaan.

"Hanya ada 2 di dunia ini, satunya lagi di Jerman. Yang ini masih bagus, kalau yang di Jerman sudah rusak," jawab Bupati Siak menjelaskan perihal Komet itu kepada Jaksa Agung."Bangunan Sultan Siak ini tiada duanya," puji Jaksa Agung.


Dia menilai, rencana Pemprov Riau untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai destinasi wisata di Bumi Melayu, cukup relavan. "Saya sudah lihat, sering juga saya berkunjung ke daerah lain melihat peninggalan bersejarah. Tapi di sini sangat bagus, bangunan masih utuh dan tetap terjaga keasliannya," ujar Jaksa Agung.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02092015/2jpg-2984.jpg
Kajagung RI HM Prasetyo memberikan saat memberikan arahan.

Bupati Syamsuar mengaku senang menerima kunjungan Jaksa Agung beserta rombongan di Kota Siak Sri Indapura. Peninggalan Kerajaan Siak Sri Indrapura ini bernama Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur, menghadap ke Sungai Siak dengan jarak sekitar 100 meter.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02092015/3jpg-2983.jpg
Kajagung RI HM Prasetyo bersama Bupati siak H Syamsuar Kajati Riau dan Kajari Siak foto bersama.

Bangunan dua lantai, dihubungkan dua tangga putar berbahan besi tempa dengan 36 anak tangga buatan Belanda. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruang, diantaranya ruang pertemuan, ruang makan, dan ruang tamu. Sedangkan di lantai atas ada enam ruang, empat diantaranya kamar tidur.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02092015/4jpg-2982.jpg
Kajagung RI HM Prasetyo bersama Bupati Siak H Syamsuar Kejati Riau dan Kajari Siak melihat peninggalan peninggalan kerajaan Siak.

"Sejarahnya, istana ini dibangun Tengku Syarif Hasyim yang jadi Sultan Siak XI dengan gelar Sultan as-Sayid asy-Syarif Hasyim Abdul Jalil Saifuddin yang berkuasa tahun 1889-1908. Istana mulai dibangun tahun 1889 dan rampung 1893. Luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi di tengah lahan seluas 32.000 meter persegi, dengan ciri khas Melayu, Eropa, India, dan Timur Tengah. Arsiteknya didatangkan Sultan dari Jerman," pungkas Syamsuar.


Usai ke Istana Siak, rombongan Jaksa Agung kembali ke Pekanbaru, sebelumnya juga melakukan kunjungan kerja ke Kejari Siak.(nal)