PEKANBARU - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau memberikan penghargaan yang tak terhingga kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam mendirikan Provinsi Riau. Dengan mengambil momen perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-59 Provinsi Riau yang jatuh pada Selasa (9/8/2016), penghargaan tersebut diberikan kepada 20 pejuang kemerdekaan melalui ahli-ahli warisnya. Sebab, sebagian dari pejuang ini telah meninggal dunia.

"Penghargaan ini kita berikan untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena berkat jerih payah dan nilai perjuangan merekalah, Provinsi Riau dapat terus maju dan berkembang hingga saat ini," ungkap Andi Rachman yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau ini ketika menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada ahli waris 20 pejuang.

Andi Rachman menyadari, sangat banyak yang sudah dicapai oleh para pemimpin daerah terdahulu. Dimana, mereka telah meletakkan dasar-dasar dan mendirikan kerangka dari pembangunan yang hasilnya bisa dilihat hari ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Maka, sesungguhnya hanya sekedar penghargaan saja tidak akan cukup untuk membalas jasa para pemimpin terdahulu yang telah banyak berbuat untuk bumi Melayu ini.

"Kita harus meneruskan perjuangan tokoh-tokoh pendahulu kita. Caranya dengan terus berusaha dan berkarya untuk kemakmuran Provinsi Riau sesuai dengan Visi Riau 2020, yakni Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Bathin di Asia Tenggara Tahun 2020," imbau politisi Partai Golkar ini bersemangat.

Dikatakan Andi, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beserta pengemban birokrasi, terus menerus berusaha meningkatkan apa yang menjadi tujuan Riau 2020 dengan dinamika dan perkembangan saat ini.

Berikut nama-nama penerima gelar pahlawan kemerdekaan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 673/VII/2016 tertanggal 21 Juli 2016 tersebut, : 1. Kolonel Purnawirawan (Purn) Abbas Jamil dari Kabupaten Siak, 2. Abdul Latief Datuk Bandaro Sakdi dari Kampar, 3. Arifin Achmad Brigjen (Purn) dari Bengkalis, 4. H. Masnur (Purn) dari Bengkalis, 5. H. Raja Rusdi BA Kuantan Singingi, 6. Hasan Basri Letkol (Purn) dari Riau, 7. Khadijah Ali dari Riau.

Kemudian, 8. Letnan M Boya dari Inhil, 9. Okan muhamad Jamil dari Bengkalis, 10. Soebrantas Siswanto (Purn) dari Bengkalis, 11. Sultan Muhamad Zainal Abidin dari Rohul, 12. Tengku Agung Syarifah Latifah dari Siak, 13. Toha Hanafi Mayor (Purn) dari Inhu, 14. Tulus dari Rengat, 15. Buya Marifat Marjani dari Kuantan Singingi.

Selanjutnya, 16. Tuan Guru Syeh Abdurrahman Sidiq dari Inhil sebagai Pejuang agama islam, 17. Muhammad Johan dari Kepulauan Meranti, 18. Datuk Wan Abdulrachman dari Pekanbaru dianugerahi gelar Pahlawan bidang politik dan pemerintahan, 19. H Daeng Muhayatul dari Kepulau Meranti. 20. Tennas Effendi dari Pelalawan gelar Pahlawan Budaya. (Adv/Rat)