PEKANBARU - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman tak pernah lelah untuk berusaha membawa Provinsi Riau menuai kemakmurannya sesuai dengan visi Riau 2020, yakni "Terwujudnya Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di Asia Tenggara tahun 2020."

"Penyesuaian visi Riau 2020 dengan dinamika dan perkembangan saat ini secara terus meneruskan kita lakukan. Intinya Riau harus mampu menjadi pusat perekonomian dan pusat dari kebudayaan Melayu. Dengan begitu, masyarakat kita bisa merasakan kesejahteraan dan makmur," kata Gubernur Riau yang kerap disapa Andi Rachman ini.

Ia memaparkan, sebagai tolak ukur perkembangan perekonomian di Riau dapat dilihat berdasarkan telah menurunnya jumlah pengangguran yang ada, yaitu sebanyak 199.769 orang atau 6,72 persen pada Februari 2015 turun menjadi 176.978 orang atau 5,94 pada Februari 2016.

Hal ini diimbangi dengan peningkatan jumlah angkatan kerja pada Februari 2016 yang mencapai 2.978.238 orang. Ini mengalami peningkatan jika dibandingkan saat periode yang sama tahun berbeda pada Februari 2015 lalu yang sebesar 2.972.014 orang.

Ads
"Angka pengangguran dapat terus ditekan. Ini merupakan salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pula untuk semakin meningkatkan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Sebab, makmur atau tidaknya masyarakat kita dapat diukur juga dari besarnya tingkat pengangguran yang ada di wilayah kita," terang Ketua DPD I Partai Golkar ini saat membacakan pidatonya.

Selanjutnya, menurut data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, jumlah penduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di Riau hingga Maret 2016 tercatat sebesar 515.400 jiwa (7,98 persen). Jumlah penduduk Riau selama Maret 2016 itu mengalami penurunan sebesar 15.980 jiwa dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 yang berjumlah 531.390 jiwa (8,42 persen).

"Penurunan penduduk miskin Riau terjadi akibat pertumbuhan ekonomi di Riau yang naik, inflasi turun dibandingkan dengan tahun lalu serta PDRB yang juga mengalami kenaikan dan jumlah pengganguran juga menurun," paparnya.

Sebagai tolak ukur lain, hasil kerja keras Andi Rachman dapat pula dilihat dari besaran produk domestik regional bruto (PDRB) Riau atas dasar harga pada triwulan satu tahun 2016 yang mencapai Rp162,19 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen dibandingken dengan periode yang sama pada tahun 2015.

"Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga sebesar 6,41 persen. Dari indikator PDRB, Provinsi Riau menempati urutan kelima PDRB terbesar di Indonesia dan terbesar di Pulau Sumatera," sebut Andi lagi.

Dilanjutkannya, Riau saat ini masih berada di peringkat sepuluh besar dengan total realisasi investasi sebesar Rp18.110,42 miliar dan melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Kabupaten Siak. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, sebab Riau masih dapat bertahan diantara kondisi kisruhnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau belum sepenuhnya diakomodir oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

"Kita juga brhasil meraih juara satu untuk kategori untuk kategori pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) terbaik untuk tingkat kabupaten se-Indonesia," pungkasnya. (Adv/Rat)