PANGKALAN KERINCI - Praktek pertanian tanpa bakar menjadi salah satu solusi pencegahan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karlahut)  penyebab kabut asap. Untuk itu, melalui program Desa Bebas Api atau Free Fire Village (FFV), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengambil langkah penting melalui pemberian bantuan handtractor kepada sembilan desa/ kelurahan di Kabupaten Pelalawan sebagai pelatihan dan pendampingan untuk menggunakan teknologi pertanian.

Kelurahan atau Desa tersebut antara lain Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, Desa Kuala Tolam, Desa Kuala Panduk, Desa Petodaan, Kelurahan Teluk Meranti, Desa Segamai, Desa Teluk Binjai, dan Desa Pulau Muda. Bantuan ini ditujukan untuk memberikan stimulasi dan pemahaman kepada masyarakat agar membuka dan mengolah lahan tanpa membakar. Setiap desa memiliki satu orang Crew Leader atau koordinator Desa Bebas Api yang bertugas sebagai penanggung jawab satu unit hand tractor hibah tersebut. Salah satunya Aspa Roni (27), Crew Leader dari Desa Teluk Meranti. Ia terlihat anstusias ketika terpilih menjadi Crew Leader di desanya. Menurutnya, tugas mulia yang diembannya ini akan mampu menyelamatkan desanya dari kebakaran dan orang lain umumnya dari bencana kabut asap. Selain itu, ia juga tertantang untuk mengajak warganya agar mengolah lahan dengan baik, terutama menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31052016/handtracto-4681.jpgSalah satu petani di Kelurahan Pelalawan memanfaatkan hand tractor untuk mengolah lahan pertanian di desanya. Dengan alat ini, warga dapat membuka lahan tanpa bakar.

''Senang bisa menjadi Crew Leader, karena bisa mengajak warga untuk buka lahan tanpa bakar, dan kita bisa terhindar dari bencana kabut asap,'' ujar pria yang satu anak ini.

Aspa Roni pun langsung mensosialisasikan penggunaan hand tractor kepada 10 orang di desanya. Tujuannya sederhana, selain mensosialisasikan membuka lahan tanpa bakar, ia juga ingin petani di desanya bekerja dengan cepat sehingga dapat meningkatkan hasil panen. Masih jelas dalam ingatannya, butuh waktu satu minggu untuk membuka lahan dengan menggunakan alat yang sederhana seperti cangkul dan parang. Namun, dengan menggunakan mesin yang memiliki dua roda tersebut hanya membutuhkan waktu tiga hari.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31052016/handtracto-4680.jpgBupati Pelalawan H M Harris didampingi Direktur RAPP Rudi Fajar bersama  Kepala Desa Pelalawan, Sering, Kuala Tolam, Kuala Panduk, Petodaan, Teluk Meranti, Segamai, Teluk Binjai, dan Pulau Muda di BPPUT, Town Site 2 Pangkalan Kerinci dalam penyerahan hand tractor beberapa waktu lalu.

''Alhamdulillah, kami bisa membuka lahan hanya dengan hitungan hari, paling lama tiga hari. RAPP juga membukakan lahan persawahan seluas 20 hektar untuk masyarakat desa kami. Akhirnya kami bisa menikmati beras dengan harga yang lebih murah, misalnya Rp 10 ribu per kilogram,'' katanya.

Tidak hanya memberikan pemahaman penggunaan hand tractor, sebelumnya ia juga gencar mensosialisasikan kepada masyarakat desa agar tidak membakar lahan atau kebun mereka. Bahkan, pada setiap kesempatan ia terus mengingatkan jika membakar lahan atau membakar sampah di lahan itu membahayakan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31052016/handtracto-4679.jpgBupati Pelalawan H M Harris didampingi Direktur RAPP Rudi Fajar bersama  Kepala Desa Pelalawan, Sering, Kuala Tolam, Kuala Panduk, Petodaan, Teluk Meranti, Segamai, Teluk Binjai, dan Pulau Muda di BPPUT, Town Site 2 Pangkalan Kerinci dalam penyerahan hand tractor beberapa waktu lalu.

Dukungan penuh terus mengalir dari berbagai pihak terutama Bupati Pelalawan HM Harris. Program Desa Bebas Api RAPP ini menurutnya merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan perekonomian warga salah satunya melalui bantuan hand tractor.

''Kami dari pemerintah berterimakasih kepada RAPP atas bantuan handtractor ini, karena ini secara tak langsung juga membantu program pemerintah, agar setiap desa dapat memperoleh hasil panen yang lebih baik dan cepat. Satu langkah yang amat berarti untuk lingkungan dan masyarakat di sembilan desa, saya harap perusahaan lain dapat mencontoh RAPP yang selalu peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,'' ujarnya.

Lurah Pelalawan, Edi Arifin mengatakan dengan adanya alat berat tersebut warga menjadi bersedia membuka lahan tanpa membakar lagi. Menurutnya, saat ini petani telah membersihkan lahan menggunakan hand tractor bantuan dari perusahaan pulp dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31052016/handtracto-4678.jpgPara Crew Leader pelatihan mempraktekkan langsung di lapangan bagaimana cara mengoperasikan hand tractor di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu  (BPPUT), Town Site 2 Pangkalan Kerinci.

''Sebelum itu, kami bersama-sama RAPP gencar mensosialisasikan program Desa Bebas Api ini di setiap acara di Kelurahan kami. Jadi, masyarakat menjadi paham kalau membuka lahan dengan cara membakar itu salah,'' ujarnya.

Direktur RAPP, Rudi Fajar mengatakan program Desa Bebas Api yang digagas perusahaan telah bekerja sama dengan 20 desa dari empat kabupaten di sekitar konsesi RAPP, untuk kesepakatan tanpa membakar periode 1 Juli hingga Oktober 2016. Perusahaan akan memberikan penghargaan kepada desa yang dapat menjaga desanya dari kebakaran lahan dan hutan sebesar Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur pilihan masyarakat. Kemudian masyarakat juga diberikan bantuan dalam pembukaan lahan tanpa bakar dengan menggunakan teknologi. Satu orang masyarakat dari desa Program Bebas Api ini akan diberdayakan sebagai ketua tim di desanya yang membantu Kepala Desa dan Babinkamtibmas guna mensinergikan semua pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanggulangan Karlahut.

''Dan salah satu bentuk kepedulian kami dengan lingkungan, kami menyerahkan sembilan unit handtractor agar masyarakat membuka lahan dengan tidak membakarnya,'' ujarnya. (adv)