RENGAT, GORIAU.COM - Robotic Research Software Development (R2SD) merupakan satu-satunya komunitas robotik yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Berdiri sejak tahun 2013 di Desa Titian Resak, Kecamatan Seberida, komunitas yang menampung para penggemar robotik ini telah mampu menghasilkan sejumlah karya seperti robot gamelan dan door knock lock atau kunci digital yang memanfaatkan sensor getar untuk membuka pintu.


Bahkan sejumlah rencana besar telah dirancang oleh komunitas R2SD, diantaranya mengembangkan teknologi pengaman pada sepeda motor berbasis Short Message Service (SMS) dan pengembangan jet engine untuk pesawat aeromodelling.


Selain membuat dan melakukan research pengembangan robot, R2SD juga berupaya melakukan pengembangan aplikasi untuk berbagai keperluan masyarakat. Rencananya R2SD akan membangun aplikasi desaku berbasis SMS.


Dengan menggunakan aplikasi desaku, masyarakat yang akan mengurus administrasi kependudukan di kantor desa cukup mengirimkan SMS terlebih dahulu. Dari SMS itu akan langsung diproses dan masyarakat baru datang ke kantor desa setelah permintaan selesai di proses. ''Hanya saja, syaratnya masyarakat harus terlebih dahulu terdaftar dan terverifikasi dalam data base,'' ujar Doni Karseno, pendiri R2SD.

Ads
https://www.goriau.com/assets/imgbank/24062015/5jpg-2605.jpg
R2SD foto bersama dengan Camat Seberida Triatno dan tim Dishubkominfo Inhu

Dijelaskan Doni, R2SD saat ini telah memiliki 10 orang anggota yang seluruhnya dari Kecamatan Seberida. Sebagian besar anggota R2SD merupakan sarjana Teknik Informatika dan Teknik Elektro yang memilih pulang kampung dan tengah berupaya mengajak para pemuda melek teknologi, berfikir kreatif serta inovatif. ''Kami juga bercita-cita suatu saat R2SD mampu mengharumkan nama Kabupaten Inhu,'' tutur alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta ini.


Agar lebih dikenal masyarakat secara luas, R2SD akan melakukan sosialisasi dibantu Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhu selaku pembina. Untuk tahap awal, sasaran sosialisasi ke sejumlah SMK yang memiliki jurusan Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin dan lainnnya yang sejenis, sehingga robotik menjadi salah satu ekstrakurikuler. ''Kami sangat berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah maupun pihak swasta, sebab membuat dan mengembangkan robot membutuhkan dana yang cukup besar,'' ujarnya.


Ditambahkan Doni, R2SD terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung serta menggali ilmu seputar robotik dan pengembangan aplikasi. Melalui komunitas R2SD, berbagai hal seputar robotik akan dipelajari secara bersama, sehingga secara perlahan tiap anggota diharapkan mampu memiliki karyanya sendiri.


''Komunitas ini merupakan wadah untuk sama-sama belajar dan berdiskusi terkait berbagai hal seputar robotik. Dengan latar belakang apapun kami persilahkan untuk bergabung, sebab semakin banyak anggota akan semakin bertambah ilmu dan pengalaman yang kami miliki,'' tuturnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/24062015/6jpg-2602.jpg
Bupati Inhu H Yopi Arianto SE

Sementara itu, Camat Seberida Triatno memberikan apresiasi kepada anggota komunitas R2SD yang memilih membangun kampung halaman usai menyelesaikan pendidikan di Pulau Jawa. Camat juga memberikan apresiasi karena R2SD telah mampu menghasilkan sejumlah karya termasuk alat yang di beri nama door knock lock.


''Saya berharap, R2SD dapat terus menghasilkan sejumlah karya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Apalagi di Kecamatan Seberida telah tersedia pos pelayanan teknologi tepat guna (Posyantek) yang mampu menampung R2SD untuk terus mengembangkan kreatifitasnya,'' ungkap Triatno.


Terkait persoalan dana yang dibutuhkan R2SD untuk melakukan pengembangan dan membuat robot, Triatno mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan swasta di Kecamatan Seberida. Diharapkan mereka dapat membantu R2SD melalui dana corporate social responsibility (CSR).


Tinggal Ketuk, Pintu Langsung Terbuka


Door knock lock merupakan salah satu karya yang telah dihasilkan komunitas R2SD. Alat yang dikembangkan dengan memanfaatkan sensor getar untuk membuka dan mengunci pintu ini dibuat R2SD dalam waktu sekitar satu pekan. RS2D terus berupaya melakukan pengembangan untuk menambahkan fitur alarm ataupun remote control pada door knock lock, sehingga ketika digunakan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/24062015/3jpg-2604.jpg

R2SD saat memamerkan door knock lock di Balai Desa Titian Resak Kecamatan Seberida


Untuk mengoperasikan door knock lock, pengguna tinggal melakukan perekaman sandi dengan cara mengetuk pintu sesuai keinginan. ''Setelah sandi terprogram, kita tinggal mengetuk pintu yang terkunci. Jika ketukan benar, maka pintu akan terbuka. Sebaliknya, jika ketukan salah, pintu tetap terkunci,'' ucap Doni Karseno didampingi Rico Dinata Saputra, Irwan Julianto dan M Irfan.


Dijelaskan Doni, ketukan ataupun sandi dapat diubah sewaktu-waktu sesuai selera pengguna. Bahkan R2SD tengah berupaya memprogramkan agar ketika salah mengetuk beberapa kali, door knock lock mampu mengeluarkan bunyi alarm. Selain memberikan rasa aman dan kenyamanan, keberadaan door knock lock juga mampu membuat pengguna merasa lebih praktis karena tidak membutuhkan kunci manual lagi.


Untuk membuat alat door knock lock, langkah pertama yang dilakukan R2SD adalah mendesain pintu yang akan digunakan. Setelah itu melakukan perakitan rangkaian elektro dan servo sebagai pengunci, serta melakukan pemrograman untuk hardware.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/24062015/2jpg-2603.jpg
Foto bersama dengan kelompok informasi masyarakat usai pelaksanaan sosialisasi pembinaan dan pembentukan KIM

Karena terkendala dengan pendanaan, sejauh ini R2SD masih membuat alat tersebut dalam bentuk prototipe dan belum memproduksinya, namun R2SD berharap ada dukungan pendanaan dari pemerintah maupun pihak swasta di Kabupaten Inhu, sebab kedepan R2SD juga berencana untuk mengembangkan pengaman pada sepeda motor berbasis SMS. Dengan aplikasi ini, diharapkan pencurian sepeda motor dapat diminimalisir dan diantisipasi.


''Gambarannya, kita bisa mengunci atau mematikan mesin sepeda motor hanya dengan cara mengirim SMS. Tetapi kita tidak pakai teknologi GPS, sehingga biayanya lebih murah,'' ungkapnya.


Dishubkominfo Inhu Bentuk Kelompok Informasi Masyarakat


Pembinaan yang dilakukan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhu kepada Robotic Research Software Development (R2SD) merupakan bagian dari pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang saat ini tengah digalakkan Dishubkominfo Inhu di seluruh kecamatan.


Keberadaan KIM diharapkan mampu menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi antara pemerintah dengan masyarakat ataupun masyarakat dengan pemerintah, sekaligus upaya menjawab tantangan era keterbukaan informasi.


''Pembentukan KIM merupakan salah satu program kerja dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Komunikasi dan Informatika. KIM juga menjadi wadah bagi masyarakat umum untuk melakukan kegiatan dalam mengatasi hambatan informasi,'' ujar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhu Drs Erpandi didampingi Kepala Bidang Informatika Roma Doris SS, MPS, M Eng.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/24062015/1jpg-2601.jpg
Kepala Dishubkominfo Inhu Drs Erpandi (tengah) saat membuka sosialisasi pembinaan dan pembentukan KIM.

Dijelaskan Roma Doris, untuk melaksanakan pembinaan dan pembentukan KIM, Dishubkominfo Inhu telah melaksanakan sosialisasi selama dua hari yang dipusatkan di dua kecamatan yakni Kecamatan Rengat Barat pada Selasa (26/5/2015) dan Kecamatan Kelayang pada Rabu (27/5/2015) lalu.


Sosialisasi ini dihadiri sekitar 100 orang perwakilan KIM se-Kabupaten Inhu yang sebagian besarnya merupakan anggota Posyantek di masing-masing kecamatan. Sedangkan narasumber berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Wiaji Cahyaningrum dan Drs Immanuel Ginting yang merupakan seorang pakar komunikasi dari Jakarta. Selain itu juga hadir narasumber dari Diskominfo Provinsi Riau Yenni S.Kom dan narasumber dari Kabupaten Inhu yakni Kabag Tapem Hendri, S.Sos.


''KIM merupakan agen informasi yang berperan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang bermanfaat untuk menopang aktifitas masyarakat,'' ucapnya.


Selain pembentukan KIM, Roma Doris juga menambahkan bahwa Pemkab Inhu telah mendirikan Pusat Pelayanan Informasi Masyarakat (PPIM) yang berada di Kantor Dishubkominfo Inhu. PPIM ini bertujuan untuk menyediakan akses terhadap masyarakat untuk memperoleh informasi. ''Silahkan bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi untuk datang ke PPIM. Disana sudah tersedia petugas yang akan memproses permintaan informasi dari masyarakat,'' ajaknya. (jef)