PADANG PARIAMAN, GORIAU.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai badai dua hari terakhir, memicu longsor dan pohon pelindung bertumbangan di Padang, Padangpariaman, Kota Pariaman, dan Ke­pulauan Mentawai. Satu rumah dihantam longsor di Korong Kampuang Jilatang, Nagari Campago, Keca­matan V Koto Kampuang Dalam, Padangpariaman. Di Padang, pohon tumbang di 11 titik menimpa empat mobil dan satu rumah semi permanen.


Longsor menimpa rumah Salman, 43, warga Korong Kampuang Jilatang, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Padangpariaman itu, terjadi Jumat malam (5/4) sekitar pukul 21.00. Akibat kejadian itu, seorang anak Salman bernama Rega Walasdi, 7, mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, dan harus mendapat perawatan intensif di RSUD Kota Pariaman. Sedangkan adiknya, Ikra Syahid, 5, sempat pingsan beberapa jam akibat shock.

Sebelum kejadian, menurut Salman, kedua anaknya (Rega dan Ikra, red) tidur di kamar bagian belakang rumahnya. Sedangkan istri dan seorang anaknya, tidur di kamar depan. Sekitar pukul 21.00, tiba-tiba terdengar dentuman keras dari arah bukit belakang rumahnya. Tak lama berselang, meterial longsoran sudah menembus dinding kamar belakang tempat kedua anaknya tertidur.

Tak hayal, material longsoran menyeret kedua anaknya. Bahkan, separoh badan anaknya tertimbun longsor. ”Saat itu kedua anak saya tertimbun dalam keadaan terbalik. Di mana, bagian kepala sampai pusarnya tertimbun tanah. Mujur, keduanya bisa dengan cepat diselamatkan. Kalau sampai terlam­at beberapa menit saja, mungkin nyawa keduanya bisa terancam,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, Salman bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya berjarak beberapa puluh meter dari lokasi. ”Kami masih sangat trauma atas kejadian tersebut, apalagi salah seorang anak saya sempat pingsan sela­ma beberapa jam usai kejadian. Mujur, dia tak kurang satu apapun,” terangnya.

Pantauan di RSUD Pariaman, Rega sempat mengalami luka serius pada bagian mukanya, terlihat mulai membaik. Biar begitu, dia terlihat masih trauma atas kejadian baru saja dialaminya.

Camat V Koto Kampung Dalam, Ali Mustafa ketika dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya sengaja mengu­ngsikan korban ke lokasi aman guna menghindari kemungkinan tak diinginkan. ”Apalagi seperti diketahui curah hujan masih tidak menentu, sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan longsor susulan,” terangnya.

Selain memicu longsor, hujan badai melanda kawasan itu juga menyebabkan sejumlah pohon bertumbangan. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menimpa rumah warga. ”Namun syukurlah, sejauh ini kejadian itu tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa,” ungkap Ali Mustafa.

Tak hanya itu, sejumlah baliho roboh. Seperti terlihat di Simpang Tabuik, satu baliho berukuran raksasa patah akibat hantaman angin kencang. Begitu pula sejumlah pohon di kawasan Muaro Pariaman, terlihat bertumbangan dan menghambat laju kendaraan.

Empat Unit Mobil Remuk

Di Padang, sebanyak 11 batang pohon pelindung bertumbangan di sebelas lokasi berbeda. Di Jalan Hiligoo, Kecamatan Padang Barat, pohon tumbang menimpa tiga unit mobil sedang parkir di kawasan tersebut. Ketiganya, yakni satu unit pikup L300, satu unit Toyota Rush, dan Kijang Innova. Ketiga mobil tersebut terlihat ringsek usai tertimpa pohon besar tersebut. Selain itu, pohon tumbang juga mengakibatkan sebuah plang merek berukuran besar rusak. Kendati tak ada korban, namun arus laluluntas sekitar lokasi sempat macet dan pengemudi memilih putar arah selama 1 jam.

Elli, 49, salah seorang saksi mata berjualan 4 meter dari pohon tumbang mengatakan, pohon tumbang secara perlahan-lahan dan mengarah ke seberang jalan. ”Beruntung tidak mengarah ke warung kami. Jika tidak, kami bisa tertimpa,” ujarnya. Elli bersama suaminya langsung menyelamatkan diri setelah mendengar pohon rengkah.

Welly, 52, pemilik mobil Toyota Kijang Innova mengatakan, saat itu ia memakirkan kendaraannya guna membeli barang. Namun saat kembali, mobilnya sudah tertimpa pohon. ”Mobil saya remuk dan hancur, total kerugian mencapai Rp150 juta,” ujarnya.

Di waktu hampir bersamaan (sekitar pukul 17.00), giliran pohon pelindung di depan KFC Jalan Veteran tumbang melintang di jalan. Akibatnya, kendaraan pun terpaksa berputar arah melewati jalan Samudra. Beruntung belasan personel Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Daerah (BPBKD) Kota Padang dengan peralatan lengkap sigap membersihkan pohon tumbang tersebut. Sekitar satu jam kemudian, arus lalulintas kembali normal.

Sekitar pukul 17.12 WIB, pohon tumbang di depan rumah dinas wakil Gubernur dan menimpa kabel listrik. Petugas langsung membersihkan pohon tumbang, sehingga tidak terjadi kemacetan dan gangguan listrik. Pukul 17.15 WIB, giliran pohon pelindung di Kompleks GOR H. Agus Salim tumbang dan menimpa warung warga.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.00 sebuah pohon tumbang di kawasan Muara Kasang, Kelurahan Padang Sarai, Kototangah dan menimpa satu unit rumah semi permanen. Tidak hanya di kawasan tersebut, sekitar pukul 09.30 sebuah pohon juga tumbang di kawasan Siti Nurbaya Kelurahan Batang Arau. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di simpang Kalumpang menimpa satu unit mobil Avanza, lalu depan LP Muara Padang, Siteba, Pasir Jambak, Gunung Padang, batas kota, serta satu pohon di kawasan Kompleks sekolah Kartika.

Kabid Damkar Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Daerah Kota Padang, Edi Asri mengatakan, ke-11 pohon-pohon tumbang tersebut berhasil dibersihkan sehingga arus lalu lintas kembali normal. ”Kerugian mencapai ratusan juta,” ujar Edi. Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca ekstrem disinyalir akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ketaping, Padang, juga mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan sampai akhir April. ”Sumbar memiliki dua fase puncak curah hujan tinggi, fase pertama terjadi pada bulan Maret hingga April, dan fase kedua pada bulan Oktober hingga November. Saat ini, kita berada pada fase pertama,” jelas Koordinator Analisa dan Perkiraan BMKG Padang, Budi Imam Sarmiaji.

Budi mengatakan, hujan berlangsung terus-menerus dengan intensitas tinggi mengkilibatkan kondisi tanah menjadi jenuh terhadap penyerapan air. Sehingga berpotensi banjir, serta longsor cukup tinggi. “Kita imbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, terutama bermukim di kawasan perbukitan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanggap Darurat dan Logistik (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ade Edward. Dia mengungkapkan, curah hujan tinggi berpeluang terjadi di wilayah bagian tengah, seperti Padang, Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh, dan Agam, Solok, Limapuluh Kota, Tanahdatar, Pasaman dan Pasaman Barat bagian Selatan,” ucapnya.

Ade menambahkan, jika gelombang berketinggian tiga sampai enam meter berpeluang terjadi di Kepulauan Mentawai bagian barat, selatan dan Sa­mudera Hindia, sehingga akan berpotensi abrasi. “Diharapkan warga berada di pesisir pantai tetap waspada, jika perlu kurangi aktivitas sekitar pesisir pantai,” ujarnya.

Sejumlah Desa Terendam

Di Kepulauan Mentawai, sejumlah desa terendam banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi tiga hari terakhir. Desa terendam banjir Monganpaula dan Dusun Sarilanggai Desa Sirilancah dengan jumlah penduduk 120 Kepala Keluarga (KK), kata Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet ketika dikonfirmasi dari Padang, Sabtu. Laporan sementara belum ada korban jiwa dan petugas BPBD Mentawai sudah diperintahkan meninjau lokasi banjir.

Curah hujan yang tinggi membuat Desa Manganpoula, Kecamatan Siberut Utara, terendam banjir sedalam 2 meter lebih akibatnya rumah panggung beserta isinya ikut terendam. Sementara banjir juga melanda di Dusun Sirilanggai, Desa Malancan, Siberut Utara har­ta benda banyak yang hanyut. “Di Sirilanggai kedalaman air mengenangi perkampungan mencapai 1,5 meter, sementara di Desa Monganpoula kedalaman air mencapai 2,5 meter,” kata Ketua DPRD Mentawai, Hendri Dori Satoko.

Di Sirilanggai, kata Hendri, akses menuju ke sana terputus, satu-satunya solusi jalan kaki menuju lokasi perumahan warga. “Warga diungsikan di daerah ketinggian, seperti sekolah dan gereja setempat. (pe)